Khidmat untuk umat, BPKH dan BAZNAS resmikan Aula Ponpes Roudlotut Tholibin
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan pendidikan Islam di tanah air.

Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan pendidikan Islam di tanah air. Melalui Program Kemaslahatan, BPKH bersinergi dengan BAZNAS RI meresmikan Gedung Aula Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026). Pembangunan fasilitas ini menelan biaya sebesar Rp1.926.000.000.
Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, menegaskan bahwa seluruh pendanaan program ini bersumber dari Nilai Manfaat hasil pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU). Beliau menggarisbawahi bahwa DAU dikelola secara produktif dan profesional, sehingga hasilnya dapat dialokasikan kembali untuk kepentingan umat tanpa mengurangi pokok dana tersebut.
"Penyaluran ini merupakan mandat undang-undang bagi BPKH untuk memastikan dana umat memberikan dampak sosial yang luas, berkelanjutan, dan transparan. Sektor pendidikan, khususnya pesantren, menjadi prioritas kami karena merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul yang berdaya saing," ujar Fadlul.
Fadlul menambahkan, pembangunan aula ini diharapkan dapat mengatasi kendala keterbatasan fasilitas yang selama ini dihadapi pesantren. "Dengan adanya ruang pertemuan yang representatif, aktivitas harian seperti belajar-mengajar, pengajian, hingga pembinaan karakter santri dapat berlangsung jauh lebih optimal," imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua BAZNAS RI, KH. Noor Achmad, MA menyampaikan apresiasi atas kolaborasi strategis yang terjalin. Menurutnya, sinergi ini memastikan dana umat kembali kepada umat dalam bentuk infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
“Pesantren memiliki peran strategis bagi pembangunan bangsa. Apa yang BAZNAS dan BPKH lakukan terhadap pengembangan infrastruktur pesantren ini sangat penting dan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan. Aula ini adalah investasi sosial jangka panjang bagi umat,” tegas Kiai Noor, dalam keterangan tertulisnya.
Selain mendukung aktivitas internal pesantren, gedung aula tersebut juga diproyeksikan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai pusat kegiatan keagamaan, menjadikannya pusat kebangkitan ilmu dan dakwah di wilayah Banyumas.
Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, Ahmad Wajiz Zamany, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas dukungan nyata tersebut. “Kehadiran gedung aula yang layak sangat membantu kelancaran kegiatan santri. Ini memberikan harapan baru bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di pesantren,” ucapnya.
Sebagai informasi, Program Kemaslahatan BPKH mencakup tujuh asasi utama: pelayanan ibadah haji, pendidikan dan dakwah, kesehatan, sarana prasarana ibadah, sosial keagamaan, ekonomi umat, serta penanggulangan bencana. Peresmian ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan keuangan haji memberikan kontribusi konkret bagi kemajuan umat di berbagai pelosok daerah.
"Kami berharap gedung ini tidak hanya menjadi simbol fisik, tetapi menjadi pusat kebangkitan ilmu dan dakwah di Banyumas. BPKH akan terus memperkuat sinergi dengan mitra kemaslahatan agar manfaat dari pengelolaan keuangan haji dapat dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia," tutup Fadlul.




