Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kisah inspiratif, ibu dan anak raih gelar Magister Hukum bersamaan

Suasana haru dan bangga menyelimuti kawasan The Westin Resort Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, saat Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menggelar prosesi wisuda ke-71.

Kisah inspiratif, ibu dan anak raih gelar Magister Hukum bersamaan
X

Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.

Suasana haru dan bangga menyelimuti kawasan The Westin Resort Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, saat Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menggelar prosesi wisuda ke-71.

Diantara 1.436 wisudawan dari 10 program studi, terdapat sepasang wisudawan istimewa yang sukses mencuri perhatian saat ada seorang ibu dan anak kandung yang diwisuda secara bersamaan dari Program Studi Magister Hukum (S2).

Adalah Prof. Dr. Ir. Anastasia Sulistyawati, B.A.E., M.S., M.M., M.Mis., M.H., D.Th., Ph.D., D.Ag., sang Ibu bersama putranya, Dr. Putu Agung Prianta, B.Eng(Hons), MA., M.H.. Mereka berdua terlihat kompak mengenakan toga dan berjalan bersama dalam satu upacara purna studi.

Kisah keduanya menjadi sangat istimewa karena Profesor Anastasia yang notabene telah menyandang gelar Profesor dan Doktor di berbagai bidang, diantaranya arsitektur, pariwisata dan teologi.

Anastasia berhasil meraih predikat kelulusan tertinggi Magna Cum Laude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.98, tertinggi di antara seluruh lulusan program Magister Hukum.

Selain itu, pencapaian prestasi ini juga menciotakan rekor baru dalam dunia pendidikan tinggi yaitu menjadikan Anastasia sebagai lulusan S2 tertua dengan magna cum laude di Indonesia.

Ketekunan dan semangat belajar memang telah mengakar kuat dalam diri Anastasia sejak kecil. Bagi Anastasia, pendidikan adalah napas kehidupan yang terus dihirup hingga usia senja.

Karakter kepemimpinan dan kepedulian sosial yang tinggi inilah yang membuatnya enggan berpuas diri.

Meski telah memimpin institusi dan membimbing banyak mahasiswa, Anastasia justru merasa tertantang untuk kembali ke medan intelektual yang sama dengan putranya.

Sosoknya adalah bukti nyata bahwa dedikasi keluarga dan kehausan akan ilmu adalah kombinasi sempurna untuk menciptakan legacy.

Di balik deretan gelar akademik dan jabatan Anastasia, tersimpan semangat belajar seorang ibu yang tak pernah padam, bahkan di umur yang sudah menyentuh 80 tahun.

Ketika ditanya mengapa ia kembali mengambil kuliah S2 di usia yang tak lagi muda dan di tengah kesibukannya sebagai akademisi senior dan Direktur Politeknik Internasional Bali, ia memberikan jawaban yang menyentuh.

"Keluarga kami menerapkan lifelong learning mindset. Saya sudah biasa memberi kuliah dan membimbing mahasiswa S3. Tapi ketika anak saya sendiri bilang mau kuliah S2 Hukum, saya berpikir, 'Masa ibu kalah?,” kata Anastasia Sulistyawati, Jumat (17/4).

“Saya harus mengerti, dan saya harus belajar lagi dari nol. Ternyata, menjadi mahasiswa lagi di usia seperti ini membuat saya lebih memahami perjuangan mahasiswa-mahasiswa saya,” tegasnya.

Anastasia mengaku bahwa duduk di kelas yang sama dengan putranya sendiri menjadi pengalaman unik dan penuh dinamika.

“Kami saling menyemangati layaknya teman kuliah. Kami saling mengoreksi catatan dan berdiskusi. Tidak ada rasa sungkan, yang ada adalah rasa saling mendukung,” tambahnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Jumat (17/4).

Sementara itu, Putu Agung Prianta mengaku sangat bangga dan terharu dengan pencapaian sang ibu.

Menurutnya, menyaksikan sang ibu mengetik tugas di sela-sela padatnya jadwal mengajar dan meneliti adalah pemandangan yang luar biasa memotivasi.

"Beliau itu power bank saya. Melihat Mama dengan segala gelarnya masih mau duduk diam membaca buku tebal dan menulis tesis dengan teliti, saya jadi termotivasi. Apalagi lulus Magna Cum Laude dengan IPK nyaris sempurna, 3.98,” kata Putu Agung Prianta.

“Ini bukti bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar, dan bahwa perempuan hebat bisa menjalankan multi-peran dengan sempurna," tegasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar, Prof. Dr. I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kisah inspiratif ini.

Pihak kampus menyebut bahwa momen wisuda kali ini di The Westin Nusa Dua menjadi saksi bahwa pencarian ilmu adalah perjalanan seumur hidup (lifelong education and learning).

"Dalam dua hari ini, kami mewisuda 1.436 lulusan dari berbagai program studi. Namun, kisah Prof. Anastasia dan Dr. Putu Agung adalah cerminan nyata dari nilai-nilai keluarga dan intelektualitas yang ingin kami tanamkan,” kata I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa.

“Seorang Profesor yang kembali menjadi mahasiswa bersama putranya dan meraih predikat tertinggi, adalah teladan kerendahan hati dan kehausan akan ilmu yang patut dicontoh oleh generasi muda," tegasnya.

Acara wisuda yang digelar khidmat tersebut menandai lahirnya para Magister Hukum baru yang siap mengabdi, termasuk sepasang ibu dan anak yang telah membuktikan bahwa belajar adalah ikatan kasih yang tak lekang oleh waktu.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire