Top
Begin typing your search above and press return to search.

LBH Ansor Kudus pastikan siswa SMK kritik MBG tidak mendapat intimidasi

Dampingi Muhammad Rafif Arsya Maulidi (Arsya) siswa SMK Miftahul Falah yang meminta jatah Makan Bergizi Gratis (MBG)nya dialihkan untuk kesejahteraan guru di sekolahnya, LBH Ansor Kudus nyatakan tidak ada intimidasi dari oknum aparat terhadap siswa tersebut.

LBH Ansor Kudus pastikan siswa SMK kritik MBG tidak mendapat intimidasi
X

Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Dampingi Muhammad Rafif Arsya Maulidi (Arsya) siswa SMK Miftahul Falah yang meminta jatah Makan Bergizi Gratis (MBG)nya dialihkan untuk kesejahteraan guru di sekolahnya, LBH Ansor Kudus nyatakan tidak ada intimidasi dari oknum aparat terhadap siswa tersebut. Hal ini disampaikan oleh ketua tim Kuasa Hukum LBH Ansor Kudus Jawa Tengah, Yusuf Istanto di kampus UMK, Senin (13/4).

Yusuf mengatakan jika pihaknya diminta oleh orangtua dari Arsya bernama Muhammad Chudori untuk menjadi kuasa hukum dan menjelaskan kepada masyarakat terkait surat terbuka yang ditulis anaknya untuk Presiden Prabowo Subianto. Dimana, surat tersebut merupakan bentuk data kritis anak Indonesia yang memiliki kepekaan terhadap kondisi lingkungan sekitar dalam hal ini kesejahteraan guru-guru pada sekolah atau madrasah swasta.

"Surat itu adalah bentuk ekspresi sosial, bentuk empati terhadap tenaga pendidik dan sekaligus praktik nyata pendidikan demokrasi di Indonesia", katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (13/4).

Ditambahkan, pasca viralnya surat terbuka tersebut, Arsya sempat diduga mengalami tekanan dan intimidasi dari pihak tertentu untuk itu sebagai kuasa hukum ia telah bertemu secara langsung dengan kliennya dan ditunjukkan bukti DM dari seseorang.

"Kami lakukan penelusuran ternyata DM itu dari salah satu karyawan SPPG yang mengirim MBG di sekolah klien kami. Karyawan tersebut juga sudah datang minta maaf. Ia melakukan tindakan itu karena ketakutan kehilangan pekerjaan jika SPPG ditutup. Jadi dugaan intimidasi yang berkembang luas dari aparat tidak benar dan tidak ada. Ada samar-samar baju tertentu di foto yang bersangkutan itu hanya foto saja", ujar Yusuf.

Dijelaskan Yusuf, meski demikian sebagai kuasa hukum pihaknya tetap memastikan perlindungan terhadap anak tersebut serta akan berkoordinasi dengan lembaga-lembaga negara seperti Komnas Perlindungan Anak.

Yusuf juga menyebut dihubungi staf kantor Wapres menjamin memastikan anak tersebut dalam posisi aman bahkan Wapres mengapresiasi keberanian anak dalam menyampaikan pendapat secara sopan dan dalam surat terbuka tersebut juga tidak ada satupun kata menolak program MBG, dia hanya meminta jatah pribadinya selama satu tahun diberikan untuk kesejahteraan guru di sekolahnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire