Menaker: Lapangan kerja tidak membutuhkan gelar namun keterampilan dan keahlian
Perguruan tinggi diharapkan dapat berubah seiring dengan tantangan dunia yang terus berubah baik dari teknologi maupun kebutuhan lapangan kerja.

Sumber foto: AH Sugiharto/elshinta.com.
Sumber foto: AH Sugiharto/elshinta.com.
Perguruan tinggi diharapkan dapat berubah seiring dengan tantangan dunia yang terus berubah baik dari teknologi maupun kebutuhan lapangan kerja.
“Karena itu keberadaan perguruan tinggi jangan menjadi menara gading, namun perguruan tinggi harus ada di tengah masyarakat,“ ujar Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., saat memberikan sambutan dalam Dies Natalis ke – 63 tahun yang dipusatkan di Aula Gedung Samantha Krida.
Di depan Gubernur Jawa Timur dan Wali Kota Malang, Prof Widodo mengatakan, universitas tidak hanya sekadar mengikuti jaman tetapi universitas harus membentuk jaman.
“Saat ini UB memiliki banyak pakar dan ini nerupakan “building noble future“ dan sebagai rumah besar riset yang luhur dan inilah essensi dari mengajar ilmu ke pengembang ilmu itu sendiri,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, AH Sugiharto, Senin (5/1).
Pada kesempatan tersebut, Prof Widodo menekankan terkait pentingnya riset.
“Karena itu kedepan kita tekankan pada program pasca sarjana dimana UB memiliki prestasi terbaik dan dengan kondisi seperti ini harus ada transformasi. Dan berdasarkan data AEE ada 80 persen lulusan UB yang diterima di sejumlah lapangan kerja," tandasnya.
Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) UB, Muhajir Effendi menggungkapkan usia 63 tahun merupakan puncak UB untuk meraih prestasi setinggi-tingginya.
“Dengan usia 63, pihaknya berharap UB diharapkan dapat berlomba-lomba memberi nama dan berguna bagi bangsa dan negara,” ujar staf ahli presiden bidang haji tersebut.
Pada kesempatan tersebut, mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini mengingatkan agar segala prestasi yang diraih tidak membuat UB sombong namun harus rendah diri.
Sementara itu Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Prof.Dr. Yassierli, S.T., Ph.D yang hadir dalam acara tersebut mengingat perguruan tinggi berkontribusi terhadap pengangguran sebesar 6,2 Persen.
“Dunia saat ini tengah berubah dan impactnya berdampak pada lapangan tenaga kerja seiring dengan perubahan tehnologi, 80 persen pekerja yang ada saat ini ternyata 20 tahun yang lalu tidak ada ini merupakan perubahan yang tidak bisa dihindarkan dan 10 persen jabatan saat ini tidak ada 10 tahun yang lalu,” ungkap Menaker.
Indonesia saat ini sektor e-commerce jadi ladang terbesar dibandingkan negara-negara tetangga termasuk digital platform.
“Saat ini mulai banyak orang yang bekerja dikampung-kampung tetapi kontrak dengan negara Jepang dan negara dan orang bekerja 3 bulan full dan 6 bulan mereka cuti ini tantangan bagi kampus apalagi meningkatkan rekrutmen berbasis ketrampilan /skill dimanan lapangan kerja tidak lagi mencantumkan persyaratan gelar dalam lowongan pekerjaan,” jelasnya.




