Mendikdasmen pastikan KBM berjalan pascabencana di Aceh Tamiang
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan keberlangsungan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pasca-bencana alam, dengan menjadi pembina upacara di SMAN 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan keberlangsungan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pasca-bencana alam, dengan menjadi pembina upacara di SMAN 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Mendikdasmen mengatakan pelaksanaan upacara itu sekaligus pula menjadi simbol dimulainya kembali aktivitas belajar-mengajar secara bertahap di tengah proses pemulihan pascabencana.
“Musibah menempa kita menjadi pribadi yang lebih kuat, tabah, dan kreatif,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Senin.
Dalam kesempatan tersebut ia menekankan hari pertama sekolah memiliki makna penting sebagai momentum kebangkitan dan penguatan semangat belajar murid.
Untuk itu Mendikdasmen mengajak seluruh warga satuan pendidikan untuk tetap bersyukur dan menjaga optimisme, meskipun proses pemulihan belum sepenuhnya selesai.
Ia menuturkan kehilangan akibat bencana tidak boleh menghilangkan cita-cita dan harapan murid sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, pendidikan harus tetap berjalan dalam kondisi apapun, karena semangat belajar mampu melampaui keterbatasan sarana dan prasarana.
“Anak-anak adalah harapan Indonesia masa depan. Jangan pernah berhenti bercita-cita dan jangan kehilangan semangat. Keterbatasan tidak boleh mematahkan tekad untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” ucap Mendikdasmen.
Selain itu ia mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang, para guru, tenaga kependidikan, serta masyarakat, yang telah bergotong royong memastikan pembelajaran kembali berlangsung.
Ia menegaskan kehadiran pemerintah pada hari pertama sekolah merupakan wujud kehadiran negara dalam mendampingi proses pemulihan pendidikan secara bersama-sama.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Kemendikdasmen terus berupaya mempercepat perbaikan sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak bencana.
Mendikdasmen menyebutkan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan diprioritaskan untuk menerima bantuan pemulihan dan revitalisasi, termasuk perbaikan ruang belajar, meja dan kursi, agar kegiatan belajar-mengajar dapat berlangsung lebih layak dan aman.
Selain itu pihaknya akan mengalokasikan anggaran revitalisasi secara berkelanjutan bagi satuan pendidikan yang masih dalam proses pemulihan, termasuk melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada Tahun Anggaran (TA) 2026.
Program ini, kata dia, diharapkan mampu menghadirkan ruang belajar yang lebih baik guna mendukung pembelajaran yang bermutu dan berkelanjutan.
“Pemulihan pendidikan bukan hanya soal membuka kembali sekolah, tetapi memastikan anak-anak dapat belajar dengan penuh semangat dan optimisme. Pemerintah akan terus hadir agar proses pemulihan ini berjalan menyeluruh, sehingga pendidikan tetap menjadi jalan utama menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu'ti.
Pada kesempatan itu Mendikdasmen secara simbolis menyerahkan kurang lebih sebanyak 2.000 paket peralatan sekolah berupa tas, alat tulis, seragam kepada murid dan sekolah terdampak, serta dukungan berupa voucher uang tunai untuk membantu pembersihan sisa material banjir di lingkungan sekolah wilayah Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Langsa.
Pihaknya berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan belajar murid, sekaligus menumbuhkan kembali semangat mereka dalam mengikuti pembelajaran pascabencana.




