Menko Pangan: Program MBG di pesantren baru 40 persen
Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan mengaku kaget saat mendapat penjelasan sejumlah sekolah di pondok pesantren belum secara menyeluruh mendapat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program Presiden Prabowo Subianto.

Sumber foto: AH Sugiharto/elshinta.com.
Sumber foto: AH Sugiharto/elshinta.com.
Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan mengaku kaget saat mendapat penjelasan sejumlah sekolah di pondok pesantren belum secara menyeluruh mendapat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program Presiden Prabowo Subianto.
“Ada hampir 40 persen pondok pesantren yang belum menikmati program pemerintah seperti MBG, sedangkan untuk sekolah negeri sudah hampir 98 persen,” kata Menkopangan Zulkifli Hasan usai melakukan dialog dengan para pelajar di MAN 2 Kota Malang Jawa Timur seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, AH Sugiharto, Selasa (24/2).
Ditanya penyebab belum maksimalnya MBG di sekolah pondok, Zulkifli Hasan mengatakan bahwa MBG di sekolah pondok masih dalam proses pendataan.
“Hanya masalah pendataan, seperti di MAN 2 ini yang jumlah siswanya 1.500 orang maka sudah cukup makanya saya kaget saat bertanya soal MBG yang dijawab kalau sekolah ini belum mendapat program tersebut,” tandasnya.
Sementara Kepala sekolah MAN 2 kota Malang Samsudin mengapresiasi kedatangan Menteri Koordinator Pangan.
“Tujuan kehadiran Pak Menteri tadi semata-mata menjelaskan program pemerintah terkait pangan yang sehat dan mengantarkan anak-anak yang sukses termasuk MBG serta penting dan keamanan dari MBG meskipun pihak sekolah belum mendapat program yang di mulai Januari 2026 tersebut,” ungkapnya.
Ditambahkan Kepala Sekolah MAN 2, terkait belum didapatkan Program MBG pihaknya berdalih pengajuan untuk mendapatkan MBG tersebut masih dalam proses.
“Masih berproses termasuk ijin dari wali siswa,” singkatnya.




