Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pascapenggusuran, SMKN 1 Tambun Utara butuh ruang kelas baru sebelum SPMB 2026

Jelang Sistem pendaftaran murid Baru (SPMB) 2026, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tambun Utara Kabupaten Bekasi meminta pemerintah provinsi Jawa Barat untuk merealisasikan pembangunan ruang kelas pasca penggusuran ruang kelas SMK Negeri 1 Tambun Utara.

Pascapenggusuran, SMKN 1 Tambun Utara butuh ruang kelas baru sebelum SPMB 2026
X

Sumber foto: Hamzah Aryanto/elshinta.com.

Jelang Sistem pendaftaran murid Baru (SPMB) 2026, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tambun Utara Kabupaten Bekasi meminta pemerintah provinsi Jawa Barat untuk merealisasikan pembangunan ruang kelas pascapenggusuran ruang kelas SMK Negeri 1 Tambun Utara.

Ketua Forum BPD Kecamatan Tambun Utara, Dedi Sutisna, menilai kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berdampak langsung terhadap ratusan siswa yang kini harus belajar di ruang yang tidak semestinya.

Ia menyebut, kondisi itu seharusnya dapat diantisipasi dengan percepatan pembangunan fasilitas pengganti.

“Setelah penggusuran ruang kelas, seharusnya Gubernur Jabar bisa langsung merealisasikan pembangunan baru, agar siswa tidak belajar di masjid atau ruang praktik,” kata Dedi, Selasa (14/4/2026).

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tambun Utara, Hoyadi Kurniawan, membenarkan bahwa dua ruang kelas yang berada di dekat bantaran Kali Gabus telah digusur pada awal tahun 2026.

Ia mengaku, pihaknya telah menerima janji pembangunan pengganti oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), namun hingga kini belum terealisasi.

“Awal tahun, dua ruangan di sekolah kami digusur. Dijanjikan akan dibangun kembali sebagai pengganti, tetapi hingga saat ini belum terealisasi,” ungkap Hoyadi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamzah Aryanto, Rabu (15/4).

Akibat penggusuran tersebut, sebanyak 144 siswa terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar di ruang perpustakaan, ruang praktik, hingga masjid sekolah.

Kondisi ini dinilai kurang ideal untuk menunjang proses pendidikan yang optimal.

Di sisi lain, Ketua Komite SMK Negeri 1 Tambun Utara, Damin Sada, menyampaikan pihak sekolah telah berupaya memaksimalkan fasilitas yang ada demi kenyamanan siswa.

“Bagi siswa yang tidak bisa menggunakan kursi dan meja, kami siapkan meja lipat lesehan agar mereka tetap dapat belajar dengan nyaman,” tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, pihak sekolah berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat segera merealisasikan pembangunan ruang kelas baru sebelum pelaksanaan SPMB 2026, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan layak.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire