Peluncuran pembangunan 104 titik gedung Sekolah Rakyat akan digelar di Banjarmasin

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan selain launching Sekolah Rakyat, pada Senin, (12/1/2026), juga akan diluncurkan pembangunan 104 Sekolah Rakyat yang dapat menampung 1.000 siswa mulai tingkat SD, SMP dan SMA.
Gus Ipul menyebut jika semuanya berjalan lancar maka di tahun 2026-2028 sudah ada 100.000 siswa Sekolah Rakyat.
"Di pertengahan tahun nanti ada tambahan 100 titik lagi terbangun, akan ada 200 lebih gedung sekolah rakyat, gedung permanen sekolah rakyat. Kalau itu tidak ada halangan, lancar, maka 2026-2027, 2027-2028 itu sudah mungkin lebih 100.000 siswa sekolah rakyat," ujarnya.
Hal tersebut disampaikan Mensos usai meninjau persiapan launching sekolah rakyat di Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Banjarmasin, Minggu (11/1/2026).
Gus Ipul menambahkan dalam acara launching Sekolah Rakyat yang dipusatkan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, perwakilan orang tua siswa untuk mengadiri, agar orang tua siswa bersemangat dan bangga anaknya dapat melanjutkan pendidikan melalui sekolah rakyat.
Gus Ipul menegaskan sekolah rakyat adalah bagian dari pengentasan kemiskinan.
"Oh iya jadi besok yang diundang itu disamping siswa juga orang tua siswa. Supaya orang tua siswanya juga ikut semangat. Karena sekolah rakyat itu adalah bagian dari pengentasan kemiskinan. Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan. Anaknya lulus, orang tuanya naik kelas menjadi keluarga yang lebih mandiri," ujar Gus Ipul.
Dalam kesempatan itu, Mensos Gus Ipul juga berterima kasih kepada kementerian, TNI, Polri, Gubernur, Bupati dan Walikota dalam ikut mewujudkan berjalannya Sekolah Rakyat.
"Jadi semuanya kami berterima kasih, tentu dengan kementerian-kementerian yang lain. Menko Pemberdayaan Pak Muhaimin, Kementerian PU, Bappenas, keuangan, dikdasmen, kementerian agama, kementerian dalam negeri, panglima TNI, Polri, semuanya memberikan dukungan luar biasa, termasuk adalah Gubernur, Bupati dan Walikota," tambahnya.
Lebih lanjut, Mensos Gus Ipul menyebut dampak positif sekolah rakyat tidak hanya pendidikan tetapi juga kesehatan dan karakter siswa dengan asupan gizi yang cukup kondisi kesehatan siswa mengalami peningkatan.
"Karena siswa di sini pendidikannya 24 jam, kemudian makanannya cukup bergizi, pertumbuhannya menjadi sangat baik untuk fisiknya. Jadi kesehatannya meningkat, anemia menurun,"pungkas Gus Ipul.
Penulis: Hutomo Budi (Banjarmasin) /Ter




