Polres Situbondo tangani dugaan pemukulan murid ke guru SMK
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Situbondo, Jawa Timur, menangani dugaan penganiayaan/pemukulan oleh siswa terhadap tenaga pendidik atau guru di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta pada Jumat.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Situbondo, Jawa Timur, menangani dugaan penganiayaan/pemukulan oleh siswa terhadap tenaga pendidik atau guru di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta pada Jumat.
Guru SMK swasta di Kecamatan Besuki (wilayah barat Situbondo) inisial PU menjadi korban dugaan penganiayaan oleh muridnya sendiri saat proses belajar mengajar sedang berlangsung.
Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan di Situbondo, Jumat, membenarkan telah menerima laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh murid kepada gurunya itu dan saat ini polisi tengah mendalaminya.
"Kami sedang mendalami dan akan memanggil untuk klasifikasi terhadap terlapor. Karena terlapor masih di bawah umur, kami juga perlu berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Jember dalam penanganan perkara ini," ucap Agung Hartawan.
Informasi yang dihimpun ANTARA, guru SMK swasta di Kecamatan Besuki inisial PU (35) yang diduga dianiaya oleh muridnya itu terjadi di ruang kelas XI jurusan teknik sepeda motor, dan guru tersebut mengalami luka lebam di wajahnya.
Peristiwa penganiayaan oleh murid inisial UH kepada gurunya bermula ketika korban sedang mengajar di kelas dan kondisi kelas yang gaduh, guru tersebut sempat menegur para siswa dan meminta mereka diam.
Diduga tersinggung dengan teguran tersebut, siswa inisial UH maju ke depan kelas dengan dalih meminta izin ke kamar mandi dan saat sudah berada di dekat korban, muridnya itu justru melayangkan pukulan ke arah wajah sang guru.




