Siswa SR dapat beasiswa ke luar negeri, usai pidato bahasa Inggris di depan Presiden

Presiden Prabowo terkesima pada Kiendra, siswa Sekolah Rakyat yang fasih berpidato dalam bahasa Inggris, Senin (12/1/2026)
Presiden Prabowo terkesima pada Kiendra, siswa Sekolah Rakyat yang fasih berpidato dalam bahasa Inggris, Senin (12/1/2026)
Penampilan Kiendra Lian Damarta (16), siswa kelas X Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, saat berpidato dalam bahasa Inggris menuai apresiasi Presiden Prabowo Subianto. Dia pun mendapat beasiswa ke luar negeri.
Kiendra tampil pada peresmian 166 Sekolah Rakyat secara serentak di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026) lalu.
Kepala Negara tidak hanya mengapresiasi kefasihan Kiendra berbahasa Inggris, tetapi juga memberikan kesempatan beasiswa ke luar negeri sebagai bentuk dukungan atas prestasi tersebut, demikian keterangan tertulis yang diterima Radio Elshinta, Sabtu (17/1/2026).
Siapa sebenarnya sosok Kiendra yang mencuri perhatian Sang Presiden?
Siswa ini berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya, Jemmy Damarta, bekerja sebagai pengemudi ojek daring, sementara ibunya, Liana Suhardini, berjualan makanan.
Ia mengatakan, awal masuk Sekolah Rakyat bukan karena keinginan pribadi, melainkan karena keterbatasan biaya melanjutkan pendidikan di SMA reguler.
“Aku sempat merasa seperti dipaksa, tapi melihat kondisi orang tua, ya sudah saya masuk saja, karena memang tidak ada biaya,” kata Kiendra di SRMA 13 Bekasi, beberapa waktu lalu.
Kemampuan bahasa Inggris Kiendra tidak diperoleh secara instan. Ia mengaku belajar secara otodidak sejak kecil dengan menonton berbagai konten berbahasa Inggris.
Namun, sebelum masuk Sekolah Rakyat, Kiendra belum pernah berpidato dalam bahasa Inggris di depan umum dan tidak terbiasa tampil di ruang publik.
Perubahan mulai terjadi setelah Kiendra mendapat pendampingan di Sekolah Rakyat. Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) sekaligus Pembina English Club, Rifki Aziz, mulai melibatkan Kiendra dalam kegiatan storytelling berbahasa Inggris yang kemudian direkam dalam video.
Dari rekaman tersebut, kemampuan Kiendra mulai dikenal hingga akhirnya mendapat kesempatan tampil dalam acara peresmian Sekolah Rakyat, dan istimewanya di hadapan Presiden.
"Kiendra punya modal berbahasa Inggris, tapi sulit practice sederhana sehari-hari," ungkap Aziz yang pernah tinggal di Melbourne.
Proses tersebut tidak berjalan mudah. Kiendra kerap mengalami kesulitan meningkatkan kemampuan berbicara dan menyampaikan ide.
Namun perlahan, dengan bimbingan Aziz melalui latihan rutin, kepercayaan dirinya mulai tumbuh.
Latihan dilakukan secara bertahap, mulai dari berlatih di ruang guru, tampil di depan teman-temannya usai apel pagi, hingga pertama kali menggunakan mikrofon di aula sekolah.
“Walaupun peresmian Sekolah Rakyat sempat diundur, saya bersama Pak Aziz tidak pernah berhenti latihan. Jadi terus semangat berlatih,” kata Kiendra.
Proses latihan tersebut membuahkan hasil. Saat berpidato dalam bahasa Inggris, Kiendra tampil lancar dan percaya diri. Presiden memuji penampilannya yang dinilai setara dengan seseorang yang pernah lama tinggal di luar negeri.
“Saya besar di luar negeri. Kalau bahasa Inggris saya bagus, itu wajar. Tapi anak ini, saya kagum juga,” kata Presiden Prabowo memberikan pujian khusus atas kemampuan bahasa Inggris Kiendra.
“Saya terkesima hari ini, terus terang saja. Bisa ada anak yang pidatonya dalam beberapa bahasa. Luar biasa. Bahasa Inggrisnya, menurut saya, luar biasa,” ujar Presiden.
Atas penampilan tersebut, Presiden berencana memberikan Kiendra kesempatan beasiswa melanjutkan studi ke luar negeri.
“Mungkin bagusnya kita kirim juga (studi) ke luar negeri. Kira-kira bagaimana, setuju tidak?” kata Presiden di hadapan hadirin dalam acara tersebut.
Usai acara, Kiendra juga mendapat kesempatan bertemu dan berbincang langsung dengan Kepala Negara. Ia mengaku senang dapat berpidato di hadapan Presiden, para menteri, dan tamu undangan.
"Saya merasa senang, capek tapi lebih (banyak) ke senangnya sih. Soalnya ini pengalaman pertama aku bisa berpidato dengan banyak orang, apalagi di depan Pak Presiden," kata Kiendra.
Setelah tampil di hadapan Presiden, Kiendra mengaku kepercayaan dirinya meningkat dan semangat belajarnya semakin kuat.
Kini, di sekolah, ia juga turut aktif ikut kegiatan OSIS pada bidang kehumasan. Orang tua Kiendra pun menyampaikan rasa bangga atas pencapaian putra mereka.
Ke depan, Kiendra berharap dapat belajar dengan baik di Sekolah Rakyat, melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, bahkan berkuliah di luar negeri untuk mewujudkan cita-citanya sebagai animator profesional.
Ia berharap program Sekolah Rakyat terus berlanjut agar semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu dan yang berisiko putus sekolah memperoleh akses pendidikan berkualitas.
“Terima kasih Presiden Prabowo sudah memberikan fasilitas Sekolah Rakyat untuk anak-anak kurang mampu,” pungkas Kiendra.
Suwiryo/Ter




