UB tambah lima profesor baru di awal Februari

Foto: AH Sugiharto/Radio Elshinta
Foto: AH Sugiharto/Radio Elshinta
Universitas Brawijaya (UB) Malang menambah lima Profesor di minggu pertama bulan Febuari 2026. Profesor dari berbagai bidang ilmu yang akan memberikan orasi ilmiahnya di depan Senat Akademik Universitas (SAU), Selasa (10/2/2026) di Gedung Samantha Krida.
Kelima profesor tersebut yakni :
1 Prof. Dra. Trisilowati, M.Sc. (FMIPA),
2 Prof. Defri Yona, S.Pi., M.Sc.stud., D.Sc (FPIK),
3 Prof. Dr. Eng. Fadly Usman, MT (FT),
4 Prof.Dr.Eng.Ir. Riyanto Haribowo, ST., MT., IPM., ASEAN Eng. (FT),
5 Prof. Achmad Efendi, S.Si., M.Sc.Ph.D. (FMIPA).
Prof. Dra. Trisilowati, M.Sc. (FMIPA) Profesor UB dalam orasi ilmiah berjudul Kembangkan Model Matematika SVEIAOHR untuk Mitigasi COVID-19
Dalam orasi ilmiahnya di Malang, Trisilowati menjelaskan bahwa pendekatan matematika berperan krusial dalam merancang strategi intervensi yang efisien guna melengkapi kontribusi bidang kedokteran dan biologi.
Model ini hadir sebagai respons atas tantangan kesehatan global akibat virus SARS-CoV-2 yang menyebar cepat melalui tetesan renik (droplet).
"Pendekatan kontrol optimal ini bertujuan menekan jumlah populasi terinfeksi sekaligus meminimalkan biaya pelaksanaan intervensi, sehingga sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efektif," ujarnya.
Prof. Dra. Trisilowati, M.Sc., Ph.D.dikukuhkan sebagai Profesor aktif ke 39 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Profesor aktif ke 251 di Universitas Brawijaya serta menjadi Profesor ke 443 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan oleh Universitas Brawijaya.
Prof. Defri Yona, S.Pi., M.Sc.stud., D.Sc pada orasi ilmiah akan menyampaikan tema KERIS-LAUT: Membangun Kerangka Resiko Integratif Untuk Pengendalian Pencemaran Laut Indonesia.
Prof. Defri Yona, S.Pi., M.Sc.stud., D.Sc sebagai profesor aktif ke 28 difakultas Perikanan dan ilmu kelautan, Profesor aktif ke 252 d Universitas Brawijaya serta menjadi Profesor ke 444 dari seluruh profesor yang dihasilkan Universitas Brawijaya Malang.
Prof. Dr. Eng. Fadly Usman, MT. Menyampaikan orasi ilmiah berjudul KOSTAL: Strategi Penataan dan Mitigasi Kawasan Pesisir Rendah Resiko Bencana.
“KOSTAL sendiri adalah kesiapsiagaan orangnya. Orangnya harus ditingkatkan kapasitasnya. Masyarakat harus kenal tanda-tanda sebelum terjadi tsunami “ tuturnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, AH Sugiharto.
Ia mencontohkan sebagaimana di Pulau Simeulue yang selamat dari tsunami Aceh 2024 karena kesadaran mereka melalui budaya lokal mengenai tanda-tanda bencana. Demikian pula kewaspadaan tersebut juga dimiliki masyarakat Jepang.
Pengembangan model ini berkembang dari penelitiannya menata kawasan pantai dan pesisir dengan menata daerah aman serta terdampak. Dalam perjalanannya melakukan penelitian dia berpikir ternyata masyarakat itu lebih penting. antara tahun 2019-2024 ia mengembangkan alat Early Warning System (EWS) yang bisa diproduksi Desa sendiri.
Prof. Dr. Eng. Fadly Usman, MT merupakan Profesor aktif ke 34 di Fakultas Teknik, Profesor aktif ke 253 di Universitas Brawijaya serta menjadi Profesor ke 445 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan oleh Universitas Brawijaya.
Prof.Dr.Eng.Ir. Riyanto Haribowo, ST., MT., IPM., ASEAN Eng. ,pada pidato ilmiahnya bertema “River Index untuk Pengukuran Kualitas Perairan Tropis”
Prof.Dr.Eng.Ir. Riyanto Haribowo, ST., MT., IPM., ASEAN Eng.merupakan profesor dalam bidang ilmu kualitas air dan lingkungan yang tercatat sebagI profesor ke 35 di fakultas tehnik dan Profesor ke 446 di Universitas Brawijaya.
Prof.Achmad Efendi ,S.Si, M.Sc, Ph.D dalam pidato ilmiahnya bertema " Mixed Model Campuran untuk klasifikasi dengan Hybrid OCA dan ICA
"Statistika mempelajari pengumpulan, manajemen, dan analisis data, serta interpretasi analisisnya. Data disini bisa berasal dari berbagai bidang, antara lain: biomedis (biologi, kedokteran, keperawatan dst), biomnetrika (pertanian, peternakan, perikanan dst), ekonomi (perbankan, kependudukan, dll), sosial (administrasi, politik, sosial kemasyarakatan, dll) yang semuanya memerlukan analisis dan komputasi. Lebih spesifik lagi, sebagian data itu ada yang bertingkat, misalnya pengangguran (kabupaten, propinsi), polling, pemasaran atau preferensi masyarakat (individu, keluarga, komunitas dst), penyakit diabetes (riwayat keluarga, dst), obatobatan dan clinical trial (surrogate endpoint, pasien berdasar propinsi, negara, bangsa dst). " Ungkapnya.
Pemodelan dengan mixed model ini lebih kepada campuran efek yang fixed dan random atau acak. Model persamaannya dapat berupa persamaan regresi dengan response dari berbagai macam data (normal, biner, multinomial, cacah, survival dll) yang interpretasinya bisa untuk populasi dan subject specific.
Dalam kontek lebih sempit, mixed model disini mengacu pada model hybrid PCA (Pricipal Component Analysis) dan ICA (Independent Component Analysis). PCA dan ICA fungsinya untuk mengukur komponen utama mana yang lebih layak dipakai, membuat semua variabel prediktor menjadi independen, dan reduksi dimensi data.
Pemodelan dapat berupa estimasi dan prediksi serta simulasinya. Penelitian kami telah dilakukan pada data bertingkat, antara lain: data penyakit kuku (pada beberapa jari per individu), angka kemiskinan (kabupaten, propinsi, beberapa tahun), kinerja kredit bank (cabang, regional), polling (anggota keluarga, keluarga, komunitas, daerah), nilai saham (perusahaan, bidang usaha, daerah, beberapa waktu), dan angka kemiskinan (nasional, daerah) imbuhnya.
Prof. Achmad Efendi ,S.Si, M.Sc, Ph.D sebagai Profesor aktif ke-40 difakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ( MIPA) serta Profesor aktif ke 225 dan Profesor ke 447 yang dihasilkan oleh UB.




