Top
Begin typing your search above and press return to search.

AHY soroti keadilan agraria di Pandeglang

Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono tekankan penegakan hukum agraria, pemberantasan mafia tanah, serta pembangunan infrastruktur dan transmigrasi saat kunjungan Ramadhan di MIRA Institute Pandeglang.

AHY soroti keadilan agraria di Pandeglang
X

Elshinta/ AWM

PANDEGLANG — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono melakukan kunjungan silaturahmi Ramadhan ke MIRA Institute di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Dalam kunjungan tersebut, AHY hadir bersama Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dan bertemu dengan ulama Ustadz Adi Hidayat serta tokoh agama dan masyarakat Banten.

Dalam kesempatan itu, AHY menekankan pentingnya pembangunan nasional yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga menjunjung tinggi keadilan, terutama dalam persoalan agraria yang masih sering terjadi di masyarakat.

“Begitu pula dalam konteks pembangunan bangsa, termasuk di bidang infrastruktur yang saat ini tengah kami jalani. Apakah itu terkait dengan agraria—Pak Ustadz di sana sendiri banyak masalah tentang lahan, ada overlapping, atau ada konflik di antara sesama warga, atau warga dengan korporasi, warga dengan pemerintah, atau kombinasi di antaranya. Dan itu semua membutuhkan pendekatan yang adil, yang bijaksana,” ujar AHY saat memberikan sambutan silaturahmi Ramadhan di MIRA Institute di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Sabtu (21/2)

Menurut dia, konflik lahan masih kerap terjadi, baik antara warga dengan warga lain, maupun dengan pemerintah. Bahkan, tidak jarang masyarakat menjadi korban praktik mafia tanah, Iapun menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menegakkan hukum dan aturan sekaligus melindungi masyarakat yang lemah dalam berbagai persoalan pertanahan.

“Kadang kala ada yang menjadi korban kejahatan di bidang pertanahan. Sama-sama pegang sertifikat, sepertinya asli semua padahal itu ada yang menjadi korban mafia tanah. Jadi banyak sekali permasalahan yang juga menyentuh langsung kemaslahatan dan keadilan. Apakah tanah itu satu hektar atau hanya satu meter persegi, nilainya sama bagi setiap orang. Itu masalah hak dan masalah keadilan. Jadi kami insyaAllah akan teguh terus mencoba untuk menegakkan hukum dan aturan sekaligus membela yang lemah,” tegasnya .

Selain persoalan agraria, AHY juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Kemudian membangun bangsa berarti membangun infrastruktur yang juga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Jalan, jembatan, bendungan, irigasi untuk ketahanan pangan—beliau tadi berbicara untuk ketahanan air bersih, energi, dan lain sebagainya. Itu semua juga membutuhkan perencanaan yang mapan dan proses yang terintegrasi dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah tidak mungkin sendirian, pusat dan daerah termasuk dunia usaha dan masyarakat luas,” ujar AHY.

Dalam kesempatan yang sama, AHY juga menyinggung peran strategis program transmigrasi dalam pengembangan wilayah di luar Pulau Jawa, yang menurutnya memiliki potensi besar di berbagai sektor.

“Dan yang terakhir, ini ada Menterinya di sini, Transmigrasi. Pak Ustadz, mohon doanya juga, transmigrasi ini punya peran yang strategis saat ini agar kita bisa mengembangkan potensi wilayah bukan hanya di Jawa. Karena banyak sekali potensi apakah di bidang pertanian, perkebunan, tambang, pariwisata, industri yang juga harus kita kembangkan di sejumlah kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia,” pungkas AHY.

Kunjungan silaturahmi Ramadhan di MIRA Institute tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan tokoh agama dalam mendukung pembangunan nasional serta menjaga keharmonisan masyarakat. Dialog antara pemerintah, ulama, dan masyarakat berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. (Awaluddin Marifatullah)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire