Antisipasi siklus cuaca, Muhidi targetkan dokumen R3P segera rampung
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan bahwa proses pemulihan dampak bencana banjir dan longsor di Sumbar saat ini tengah berpacu dengan waktu dan siklus cuaca.

Sumber foto: Musthofa/elshinta.com.
Sumber foto: Musthofa/elshinta.com.
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan bahwa proses pemulihan dampak bencana banjir dan longsor di Sumbar saat ini tengah berpacu dengan waktu dan siklus cuaca.
Untuk memastikan percepatan tersebut, dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) ditargetkan selesai dan difinalisasi pada 8 Januari mendatang guna segera diimplementasikan di seluruh wilayah terdampak.
Muhidi meminta warga yang terdampak namun belum masuk daftar bantuan untuk proaktif melapor kepada petugas di lapangan.
“Akurasi data menjadi krusial karena pelaksanaan perbaikan fisik sarana publik, termasuk sekolah, akan disesuaikan dengan prakiraan cuaca dari BMKG guna menghindari kendala teknis saat pengerjaan di lapangan,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Musthofa, Rabu (7/1).
Ia memaparkan, berdasarkan data BMKG, intensitas hujan pada Januari hingga Februari diprediksi relatif ringan, sehingga menjadi momentum emas untuk memulai pengerjaan fisik sebelum hujan kembali meningkat pada Maret dan April.
Muhidi menambahkan, pelaksanaan R3P akan terintegrasi mulai dari pemerintah kabupaten/kota hingga pusat, termasuk pemetaan dukungan finansial dari APBD maupun bantuan donatur pihak ketiga.
DPRD Sumbar bersama Forkopimda berkomitmen penuh agar seluruh tahap pemulihan berjalan efisien dan tepat sasaran. Muhidi berharap dengan sinergi yang kuat dan data yang valid, infrastruktur yang rusak dapat segera berfungsi kembali sebelum memasuki puncak musim penghujan di akhir tahun 2026 mendatang.




