Dewan Pers ingatkan aparat keamanan lindungi wartawan yang liput demo

Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat. ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti.
Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat. ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti.
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mengingatkan agar aparat keamanan yang bertugas mengamankan aksi unjuk rasa atau demonstrasi untuk senantiasa menjaga keselamatan dan melindungi para wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.
"Mengingatkan aparat yang bertugas di lapangan untuk menjaga keselamatan serta melindungi para jurnalis/wartawan/media yang sedang menjalankan tugas jurnalistik," kata Komaruddin Hidayat dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Jumat.
Dia juga mengimbau para jurnalis atau wartawan atau media yang melakukan peliputan aksi unjuk rasa agar senantiasa waspada, serta menjaga keselamatan diri dan hasil liputannya dengan sebaik-baiknya. Dia menyerukan pula kepada media massa untuk tetap bekerja secara profesional dengan memegang teguh Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 tentang Pers.
"Menyampaikan peristiwa dan fakta secara akurat, jujur, serta dilandasi itikad baik demi kepentingan masyarakat luas," kata dia.
Komaruddin menyebut sejumlah seruan Dewan Pers itu disampaikan berangkat atas mencermati perkembangan situasi unjuk rasa di wilayah Jakarta yang berlangsung sejak beberapa hari lalu. Seperti diketahui, demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat di Gedung DPR/MPR berakhir ricuh pada Kamis (28/8) malam.
Dalam kerusuhan tersebut, seorang pengemudi ojek online (ojol) tertabrak dan terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob yang diduga terjadi di wilayah Pejompongan. Sejumlah massa lantas melakukan aksi unjuk rasa di area Mako Brimob Polda Metro Jaya, untuk menuntut keadilan dan tanggungjawab atas meninggalnya pengemudi ojol yang meninggal dunia tersebut.
Ribuan massa yang merupakan pengemudi ojol dan warga itu masih bertahan di kawasan Mako Brimob Kwitang hingga Jumat dini hari. Bahkan, kericuhan warga imbas demo serta tewasnya seorang pengemudi ojol tersebut semakin meluas hingga ke Jalan Raya Otto Iskandardinata (Otista), Jakarta Timur, pada Jumat pagi.