Kemendikbud gelar Storytelling Competition untuk diplomasi budaya
Kementerian Kebudayaan gelar Storytelling Competition "Culture for the Future" untuk dorong diplomasi budaya melalui pelajar sekolah internasional. Diikuti 700+ peserta.

Elshinta/ AWM
Elshinta/ AWM
Jakarta — Kementerian Kebudayaan RI menekankan pentingnya peran generasi muda dalam diplomasi budaya melalui penyelenggaraan Storytelling Competition bertajuk “Culture for the Future”, yang digelar di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. Direktur Promosi Kebudayaan, Undri, menyampaikan bahwa lomba ini disiapkan sebagai ruang bagi siswa-siswi sekolah internasional untuk mengenal dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia.
“Tujuan dari lomba ini adalah bagaimana memperkenalkan warisan budaya, kekayaan budaya kita ke sekolah-sekolah internasional, baik itu di tingkat satuan sekolah dasar, SMP maupun sekolah menengah atas,” ujar Undri seusai final penyelenggaraan Storytelling Competition bertajuk “Culture for the Future”, yang digelar di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Sabtu (29/11)
Ia menjelaskan, dengan pemahaman yang baik terhadap budaya Indonesia, para pelajar dapat menjadi jembatan diplomasi budaya, Undri juga menekankan peran satuan pendidikan kerja sama internasional sebagai sarana promosi budaya.
" Dengan adanya kegiatan ini, kita berharap siswa dan siswi yang ada di satuan tingkat tadi itu bisa memahami dengan baik, kemudian menjadi ajang diplomasi budaya bagi warisan budaya kita yang kita miliki, baik itu dari Sabang sampai Merauke, kita ingin sekali di tingkat satuan pendidikan kerja sama internasional ini bisa menjadi media diplomasi, media promosi bagi siswa-siswi di tingkat internasional." Jelas Undri
Menurut Undri, karya para pemenang tidak berhenti pada tahap kompetisi saja, namun akan di publikasikan dengan tujuan memperkenalkan identitas kebudayaan Indonesia.
“Langkah pertamanya itu adalah karya-karya mereka itu akan kita publis melalui media Instagram, kemudian YouTube dan juga nanti akan kita promosikan ini bagian dari diplomasi budaya kita,” ungkapnya.
Kompetisi ini menghadirkan empat kategori lomba. “Seluruh total pemenang itu adalah 4 kategori. Kemudian ada harapan 1, 2, 3, juara 1, juara 2, dan juara 3. Mulai dari penulisan, kemudian film, naratif, kemudian ada juga tentang tulisan,” jelas Undri.
Ia juga merinci bentuk apresiasi yang diberikan. Kategori-kategori ini kita beri apresiasi mulai dari harapan 1, 2, dan 3 dalam bentuk sertifikat, piagam dan juga apresiasi dalam bentuk uang tunai.
" untuk juara utama, Setiap kategori, juara 1 mendapatkan apresiasi uang sebanyak 5 juta, kemudian ada piagam, kemudian sertifikat. Kemudian juara 2 itu sebanyak 3 juta, kemudian juara 3 itu 2 juta." Ungkapnya
Lomba ini di ikuti sekitar 700 peserta lebih dari 241 sekolah se-Indonesia, Pemerintah berharap kompetisi ini dapat terus menjadi ruang kreatif dan sarana diplomasi budaya yang melibatkan semakin banyak pelajar di seluruh Indonesia.
Awaluddin Marifatullah




