Top
Begin typing your search above and press return to search.

Legislator DIY desak pemerintah RI aktif investigasi serangan Israel di Lebanon sebabkan prajurit TNI gugur

Tiga Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur saat menjalankan tugas misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. Salah satu prajurit TNI tersebut adalah Almarhum Praka Farizal Rhomadhon, putra terbaik dari Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Legislator DIY desak pemerintah RI aktif investigasi serangan Israel di Lebanon sebabkan prajurit TNI gugur
X

Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.

Tiga Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur saat menjalankan tugas misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. Salah satu prajurit TNI tersebut adalah Almarhum Praka Farizal Rhomadhon, putra terbaik dari Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mengatakan bahwa para prajurit TNI yang gugur tersebut adalah para pahlawan bangsa, pahlawan kemanusian yang meninggal akibat serangan brutal Israel di Lebanon. Peristiwa ini menjadi keprihatinan ditengah upaya Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia seperti yang termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Serangan yang terjadi di Lebanon tersebut adalah bentuk nyata dari pelanggaran serius terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 serta pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

"Ini tidak semata-mata namanya pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB juga hukum humanitar internasional, tetapi juga bentuk dari praktek penjajahan gaya baru," ujar Eko Suwanto saat memberikan pernyataan sikap dibawah patung Jenderal Sudirman di halaman DPRD DIY, Jl Malioboro, Yogyakarta, Selasa (31/03/2026).

Legislator DIY mendesak UNIFIL untuk membuka investigasi independen, kemudian melakukan apa yang disebut dengan investigasi yang memastikan yang bertanggung jawab harus dihadapkan pada pengadilan internasional. Dan mendesak kepada Presiden Republik Indonesia untuk melindungi kurang lebih 1200 prajurit Indonesia yang masih bertugas di Lebanon dan memastikan keselamatannya. Karena memang pasukan perdamaian ini dipersiapkan untuk peacemaker untuk menjadi pasukan penyokong perdamaian bukan pasukan perang.

"Jadi harapan kita kepada Presiden untuk melindungi, cara melindunginya ada macam-macam bisa dengan menarik seluruh pasukan perdamaian ini kembali ke Indonesia dulu demi keselamatan seluruh pasukan yang ada, bisa dengan cara yang lain, misalnya dengan diplomasi internasional dengan komunikasi internasional, karena pasukan perdamaian ini tidak hanya dari Indonesia, pasukan perdamaian ini juga dari banyak negara lain," imbuhnya.

Apa yang terjadi di Lebanon itu sekaligus menjadi refleksi agar Presiden mengevaluasi kembali keberadaan Indonesia di BOP. Peristiwa ini menjadi momentum yang tepat untuk keluar dari BOP,karena kejadian ini semakin membuat tidak percaya bahwa BOP itu akan membawa perdamaian.

"Jadi bagaimana kita mau melindungi masyarakat yang di Gaza misalnya pada saat yang sama ada 3 prajurit TNI yang berangkat kesana dengan kemuliaan hati untuk membawa nama besar bangsa Indonesia justru meninggal," katanya.

Komisi A DPRD DIY juga meminta kepada Pemerintah DIY untuk bisa membantu keluarga korban seperti dengan dukungan moral atau juga dengan fasilitasi bagi putra-putrinya atau keluarga intinya.

Politisi PDIP kota Yogyakarta tersebut menegaskan bahwa pada prinsipnya, kebiadaban ini tidak boleh dibiarkan, pemerintah harus tegas, harus berani, tidak cukup hanya mengutuk saja, tetapi juga mendorong ada investigasi independen yang dilakukan oleh UNIFIL dan pemerintah Indonesia diharapkan untuk aktif di dalam investigasi tersebut.

"Kita kecam kita kutuk serangan biadab ini dan kepada pemerintah, kepada presiden untuk serius memberikan perlindungan dan bersikap tegas terhadap siapa pun yang melakukan serangan secara membabi buta," katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD DIY Nuryadi, S.Pd, menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya ketiga prajurit TNI tersebut. Kepada Almarhum Praka Farizal Rhomadhon, putra terbaik Kabupaten Kulon Progo, yang menjadi korban dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari Kontingen Satgas Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon,menyebut bahwa pengabdian almarhum menjadi kebanggaan bagi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Kabupaten Kulon Progo.

“Kepergian almarhum merupakan duka mendalam bagi kita semua. Beliau adalah sosok prajurit yang berdedikasi tinggi, yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi menjaga perdamaian dunia,” pungkas Nuryadi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Selasa (31/3).

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire