Top
Begin typing your search above and press return to search.

P4N angkatan ke-69 Lemhanas, fokus hadapi tantangan strategis nasional

P4N angkatan ke-69 Lemhanas, fokus hadapi tantangan strategis nasional
X

Gubernur Lemhannas RI TB Ace Hasan Syadzili dalam pembukaan Program P4N angkata ke-69 tahun 2026, di Jakarta, Selasa (13/1/2026) 

Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) resmi membuka Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan ke-69 Tahun 2026 yang digelar di Kantor Lemhannas RI, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026), dan menandai dimulainya proses pendidikan bagi calon pimpinan nasional lintas sektor.

Gubernur Lemhannas RI TB Ace Hasan Syadzili menegaskan bahwa Program P4N merupakan program utama Lemhannas dalam mencetak calon pimpinan nasional.

“Program P4N merupakan salah satu program utama Lemhannas dalam menyiapkan calon pimpinan nasional yang berasal dari TNI berpangkat kolonel, Polri berpangkat komisaris besar, ASN golongan IV A dan IV B, serta unsur organisasi kemasyarakatan,” ujarnya.

Menurut Ace, pendidikan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman yang menyeluruh terhadap tantangan kepemimpinan nasional.

“Program ini bertujuan menyiapkan calon-calon pimpinan nasional yang kelak akan menduduki jabatan strategis di TNI, Polri, maupun pemerintahan, agar memiliki pemahaman yang holistik, integral, dan komprehensif, berkarakter negarawan, berwawasan kebangsaan, serta mampu mewujudkan tujuan nasional,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Deputi Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Lemhannas RI, Marsda TNI Bob Henry Panggabean, menjelaskan bahwa program P4N Angkatan ke-69 akan berlangsung selama kurang lebih 5,5 bulan.

“Dibuka pada hari Selasa, tanggal 13 Januari 2026 dan direncanakan ditutup, tanggal 14 Juli 2026," ujarnya.

Jumlah calon peserta P4N Angkatan ke-69 tercatat sebanyak 110 orang yang berasal dari berbagai unsur, meliputi kementerian, lembaga negara, lembaga pemerintahan dan kementerian, pemerintahan daerah, unsur nonpemerintahan, serta perwakilan negara sahabat.

Peserta dari negara sahabat terdiri dari enam orang yang berasal dari Australia, India, Kamboja, Malaysia, Singapura, dan Timor Leste. Selain itu, peserta dari unsur TNI berjumlah 48 orang yang terdiri dari TNI AD 25 orang, TNI AL 13 orang, dan TNI AU 10 orang, serta Polri sebanyak 28 orang.

Penulis: Rizki Rian Saputra/Ter

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire