Top
Begin typing your search above and press return to search.

Peneliti: Presiden rangkul tokoh di hari raya jaga stabilitas politik

Peneliti senior dari Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli menilai langkah Presiden Prabowo Subianto merangkul tokoh nasional saat gelar griya di Istana Kepresidenan dapat menjaga stabilitas politik.

Peneliti: Presiden rangkul tokoh di hari raya jaga stabilitas politik
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Peneliti senior dari Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli menilai langkah Presiden Prabowo Subianto merangkul tokoh nasional saat gelar griya di Istana Kepresidenan dapat menjaga stabilitas politik.

"Tentu saja dengan adanya dialog secara terbuka tersebut menjaga situasi kondusif bagi stabilitas politik dan keamanan," ucapnya saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Lili menyampaikan langkah tersebut tidak boleh terhenti pada acara gelar griya yang dilakukan pada Sabtu (21/3) dan harus menerus dilakukan untuk mengonstruksi kesepahaman sesama anak bangsa dengan dialog dua arah.

"Dengan mengundang berbagai kalangan tersebut suatu yang baik dan harus terus dilakukan agar ada dialog dua arah sehingga terbangun kesepahaman sesama anak bangsa, yang sama-sama ingin bangsa ini bukan saja aman, tapi maju dan sejahtera," katanya.

Dalam rangka membangun komunikasi secara langsung, menurut Lili, kegiatan tersebut juga menjadi medium Presiden Prabowo menjelaskan berbagai kebijakan yang diambil dan dijalankan saat ini.

"Presiden mengundang sejumlah tokoh atau elit politik tersebut, saya kira dalam rangka untuk membangun komunikasi secara langsung dan menjelaskan berbagai kebijakan yang diambil dan dijalankan," ujarnya.

Lili meyakini Presiden Prabowo dalam menjalin hubungan baik melalui komunikasi secara langsung dari berbagai kalangan akan menerima dengan lapang dada segala masukkan dan saran terkait langkah politiknya di kancah nasional dan internasional.

"Namun persoalan akan muncul manakala masukan dari berbagai tokoh tersebut diabaikan dan tidak ditindaklanjuti. Dialog dianggap hanya formalitas, bukan untuk menerima masukan dan saran, tetapi saya yakin presiden akan menerima dengan lapang dada semua masukan dari berbagai kalangan tersebut," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengadakan gelar griya bagi masyarakat umum hingga tokoh nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (21/3) untuk halalbihalal pada hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Jajaran kabinet, pimpinan lembaga tinggi negara, dan rombongan pejabat menghadiri kegiatan halalbihalal tersebut usai Presiden Prabowo beramah tamah dengan masyarakat terlebih dahulu. Beberapa pejabat tampak menghadiri gelar griya bersama keluarganya.

Sebelum menemui rombongan pejabat dan jajaran Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo menerima kedatangan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo beserta keluarga masing-masing sebagai rangkaian awal halalbihalal tersebut.

Sebelumnya, Prabowo telah lebih dulu melakukan pertemuan silaturahmi dengan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, keduanya membahas berbagai isu strategis dan saling bertukar pandangan.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire