Rismon akui penelitian buku Jokowi's White Paper dan Gibran's End Game tidak lengkap

Risman Sianipar bertemu Wapres Gibran, di Jakarta, Jumat (13/3/2026)
Risman Sianipar bertemu Wapres Gibran, di Jakarta, Jumat (13/3/2026)
Ahli Digital Forensik, Rismon Hasiholan Sianipar selaku penulis buku "Gibran End Game : Wapres Tak Lulus SMA" melakukan audensi dengan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Kedatantan Rismon dalam rangka menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf secara langsung kepada Wapres terkait polemik yang sempat berkembang di ruang publik mengenai kajian yang sebelumnya ia sampaikan. Rismon mengakui penelitiannya tidak lengkap.
“Dan saya memang saya katakan kepada Mas Wapres, saya akan tuliskan koreksi saya terhadap penelitian saya yang tidak lengkap: Jokowi's White Paper dan Gibran's End Game. Dan saya minta izin saya tuntaskan di kampung saya di Balige ya, karena di Jakarta terlalu hiruk-pikuk, macet, saya tidak punya banyak waktu dan panas. Saya lebih nyaman menulisnya di kampung saya di Balige dan Pematang Siantar yang dingin dan tidak macet. Saya akan mempublikasikannya,” ujar Rismon kepada awak media usai bertemu dengan wapres.
Ketika ditanya keaslian ijazah Pak Jokowi dan Wapres Gibran asli atau tidak, ia menjawab asli. “Wartawan memang butuh kalimat sederhana. Iya, asli. Kenapa? Dengan kajian saya, makanya saya bilang, Truth hurts (kebenaran itu menyakitkan). Tetapi lebih menyakitkan lagi yang saya rasakan kalau saya enggak mau mengungkapkannya dan jujur. Coba, membusuk pikiran kita, hati kita. Dua tiga bulan ini saya kaji lebih lanjut, lebih seksama, dan setelah saya temukan sekitar dua minggu ini, final. Maka saya memutuskan saya harus ungkapkan ke publik,” tegasnya.
Rismon menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan berbagai metode penelitian untuk membuktikan keaslian ijazah Jokowi dan Gibran yang sempat menjadi perdebatan publik.
“Daripada saya disorak-soraki, seolah-olah jadi pahlawan, pahlawan kebenaran, pahlawan ini itu, tetapi menyembunyikan kebenaran itu. Karena sudah saya uji dengan 3 variabel, yaitu 2 variabel geometri, translasi, rotasi, dan pencahayaan. Itu semua mengoreksi temuan saya,” terangnya.
Pada kesempatan ini, Rismon juga menyampaikan bahwa dirinya siap membuktikan metode penelitiannya, baik secara pribadi maupun secara terbuka, termasuk kepada rekan-rekannya yang masih meragukan keaslian ijazah tersebut. Menurutnya, penting untuk mengungkapkan kepada publik mengenai keaslian ijazah Jokowi dan Gibran sesuai dengan temuan yang diperolehnya.
”Jangan sembunyikanlah, ayolah. Meskipun awalnya kalian akan dianggap pengkhianat, itu akan lebih ringan daripada kalian sembunyikan,” pungkasnya.
Sri Lestari/Ter




