Soal SPPG di Lowokwaru, ini tanggapan Ketua DPRD Kota Malang
Munculnya kasus makanan yang dikelola SPPG untuk program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang mendapat perhatian serius pihak DPRD kota Malang Jawa Timur.

Sumber foto: AH Sugiharto/elshinta.com.
Sumber foto: AH Sugiharto/elshinta.com.
Munculnya kasus makanan yang dikelola SPPG untuk program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang mendapat perhatian serius pihak DPRD kota Malang Jawa Timur.
“Kita akan lakukan rapat koordinasi guna membahas tentang pelayanan program pusat yang ada di Kota Malang,” ujar Ketua DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Amithya Ratnanggani Sirraduhita seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, AH Sugiharto, Selasa (10/3).
Dijelaskan Amitha, upaya ini guna mencari informasi terkait pelaksanaan program nasional seperti yang mencuat dan ramai menjadi pemberitaan seperti yang terjadi di Kecamatan Lowokwaru.
“Dari sini kalau boleh dibilang secara management ada miss , karena sampai terlewat quality control berarti ada sesuatu yang terlewat dalam proses management dan berarti managementnya gak benar dan itulah yang tengah dibahas nantinya saat DPRD bertemu dengan masing-masing SPPG ,” jelas ketua DPC PDIP Kota Malang ini.
Ditambahkan Amithya, pihaknya tidak membahas terkait adanya kesengajaan atau mencari keuntungan dibalik munculnya MBG seperti di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
“Yang jelas ada quality control yang mestinya dilakukan oleh SPPG namun tidak dilakukan sehingga terjadi kasus tersebut,” tandasnya.
Sebelumnya viral di media sosial dan jadi sorotan pemberitaan media terkait menu MBG berupa puding stroberi berbelatung yang diterima oleh salah satu SD di Kelurahan Lowokwaru dimana MBG tersebut dimasak oleh salah satu SPPG di jalan Cengger Ayam, Kota Malang, Jawa Timur.




