Top
Begin typing your search above and press return to search.

Survei Denny JA: Suara parpol soal pilkada DPRD tak diamini konstituen

Hasil survei dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengungkapkan bahwa suara dari elite-elite partai politik tentang wacana pemilihan kepala daerah dipilih oleh DPRD nyatanya tak diamini atau tak sesuai dengan konstituennya.

Survei Denny JA: Suara parpol soal pilkada DPRD tak diamini konstituen
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Hasil survei dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengungkapkan bahwa suara dari elite-elite partai politik tentang wacana pemilihan kepala daerah dipilih oleh DPRD nyatanya tak diamini atau tak sesuai dengan konstituennya.

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, mengatakan bahwa mayoritas pemilih partai politik, baik yang berada di DPR maupun partai nonparlemen, menolak wacana perubahan sistem pilkada itu, termasuk Partai Golkar yang mengusung ide tersebut.

"Apa yang disuarakan oleh pemimpin elite-elite partai itu ternyata belum diamini oleh grassroot atau pemilih-pemilih partai yang bersangkutan," kata Ardian di Kantor LSI Denny JA, Jakarta, Rabu.

Dia menyampaikan bahwa pemilih Partai Gerindra sebanyak 74,5 persen responden menolak wacana tersebut. Kemudian responden pemilih PDIP sebanyak 56,3 persen menolak, responden pemilih PKB sebanyak 67,5 persen menolak, dan responden pemilih Partai Golkar sebanyak 58,3 persen menolak.

Selanjutnya responden pemilih PKS sebanyak 57,5 persen menolak, responden pemilih PAN sebanyak 47,5 persen menolak, responden pemilih Partai Demokrat sebanyak 57,1 persen menolak, dan responden pemilih Partai NasDem sebanyak 95 persen menolak.

"Jadi, terlihat dari sini secara mayoritas bahwa pemilih-pemilih partai yang elite-elitenya menyatakan setuju ternyata di grassroot atau di pemilih-pemilih partai mayoritas menyatakan tidak setuju," katanya.

Dari survei itu pula, dia menyampaikan bahwa hanya 53,3 persen publik percaya partai politik bekerja untuk kepentingan rakyat, sementara 39,3 persen menyatakan tak percaya.

"Partai politik adalah salah satu lembaga yang selalu terendah trust publiknya dibanding lembaga dan pilar demokrasi lainnya," kata Ardian.

Dia mengatakan survei itu dilakukan dengan metodologi multistage random sampling, seperti survei-survei biasanya. Adapun jumlah responden dalam survei itu, yakni 1.200 orang pada periode 19–20 Oktober 2025.

Ardian menambahkan 1.200 responden itu bisa mewakili seluruh masyarakat Indonesia karena hasil survei-survei pemilu sebelumnya, survei yang dihasilkan dengan jumlah responden itu nyaris sama dengan hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire