Surya Paloh ungkap sikap NasDem soal Threshold masih digodok di DPR

Sura Paloh di kantor Partai NasDem, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2/2026)
Sura Paloh di kantor Partai NasDem, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2/2026)
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menyampaikan bahwa sikap partainya terkait ambang batas parlemen atau parliamentary threshold masih dalam tahap pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat.
Hal tersebut disampaikan Surya Paloh kepada wartawan di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Sabtu (21/2/2026). “Sedang digodok oleh kawan-kawan di DPR ya, fraksi DPR, tentu dengan Komisi II. Saya serahkan dulu pada mereka untuk bersama dengan para pimpinan fraksi lainnya,” katanya.
Surya Paloh menjelaskan, NasDem pada prinsipnya tetap mengedepankan sikap konsisten sebagaimana pandangan partai sebelumnya, termasuk usulan threshold 7 persen, kecuali terdapat perubahan yang sangat mendasar.
“Saya pikir biasanya Nasdem itu harusnya tetap konsisten aja di situ, kecuali ada perubahan-perubahan yang berarti sekali ya. Lebih baiknya ditingkatkan aja,” tambah Paloh.
Ia menilai, sistem multipartai yang terlalu gemuk perlu dievaluasi agar demokrasi dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Iya, bagaimanapun juga kita memang, Nasdem berpikir sejujurnya dari sistem multipartai, kalau bisa kita berubah menjadi selected party, itu jauh lebih efektif bagi implementasi hasil manfaat kebebasan demokrasi yang kita miliki,” tegasnya.
Menurut Surya Paloh, demokrasi tidak seharusnya berhenti pada kebebasan semata tanpa membawa manfaat dan konsistensi menuju cita-cita kemerdekaan bangsa.
“Tapi di sisi lain, untuk apa demokrasi kalau tidak membawa asas manfaat dan konsistensi kita menuju arah cita-cita kemerdekaan yang kita milikin,” kata Surya Paloh
Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas dalam praktik demokrasi, mulai dari kemampuan, efektivitas, hingga moralitas.
“Kemampuan, efektivitas, daya nalar, intelektualitas, dan moralitas itu harus bergerak jauh lebih mendekati dan lebih mendekati ke arah tujuan kita bersama,” tegasnya.
Surya Paloh juga mengingatkan agar demokrasi tidak terjebak pada pencitraan semata dan kehilangan esensi nilai-nilai otentiknya.
“Kita melihat kulit luar itu jauh lebih penting, sebuah pencitraan jauh lebih hebat dibandingkan esensi soul otentiknya yang kita miliki,” ujar Surya Paloh
Lebih lanjut, ia menegaskan peran partai politik tidak hanya memperjuangkan kebebasan, tetapi juga membangun kesadaran akan tanggung jawab.
“Ada kebebasan, tapi ada juga tanggung jawab. Nah keseimbangan antara hak dan kewajiban ini tetap dibutuhkan oleh negeri ini, bukan dibutuhkan hanya oleh satu, dua, tiga kelompok,” kata Surya Paloh
Surya Paloh menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya keteladanan dan konsistensi antara ucapan dan perbuatan dalam kehidupan politik.
“Siapa saja yang berani berbicara dan mengutarakan pikiran-pikirannya yang hebat, itu harus disertai juga dengan nilai keteladanan yang ada pada dirinya. Ucapan yang sebanding juga dengan perbuatan. Ada konsistensi di sana. Bangsa ini butuh itu. Kalau enggak kita terjebak pada seluruh kepura-puraan terus-menerus dari waktu ke waktu,” pungkasnya.
Arie Dwi Prasetyo/Ter




