Top
Begin typing your search above and press return to search.

Apa arti & makna angpau saat Hari Raya Imlek?

Apa arti & makna angpau saat Hari Raya Imlek?
X
Inilah arti & makna angpau ketika Imlek.

Menjelang Hari Raya Imlek 2026, salah satu tradisi yang melekat ialah berbagi Angpau. Dalam tradisi Tionghoa, angpau menjadi simbol harapan akan rezeki, perlindungan, serta kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru. Pemberian angpau telah berlangsung selama ribuan tahun dan terus bertahan sebagai bagian penting dari perayaan Imlek di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tapi sebenarnya, angpau tak hanya tentang berbagi uang dengan amplop merah. Angpau memiliki arti dan maknanya yang memuat nilai sejarah, filosofi, hingga keberuntungan. Apa saja itu? Berikut pembahasannya.

Pengertian angpau dalam tradisi Tionghoa

Secara bahasa, angpau berasal dari dialek Hokkien, yakni ang yang berarti merah dan "pau" atau "pao" yang berarti amplop. Dalam bahasa Mandarin, angpau dikenal sebagai hongbao (红包). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, angpau diartikan sebagai amplop kecil berisi uang yang diberikan sebagai hadiah pada perayaan Tahun Baru Imlek dan acara tertentu lainnya.

Angpau bukan sekadar pemberian materi, melainkan simbol doa, restu, dan harapan baik bagi penerimanya. Warna merah pada amplop melambangkan kebahagiaan, keberuntungan, serta perlindungan dari energi negatif.

Sejarah angpau: dari koin pelindung hingga amplop merah

Sejarah angpau berakar dari Tiongkok kuno, khususnya pada masa Dinasti Qin dan Dinasti Han sekitar 200 tahun sebelum Masehi. Pada masa itu, orang tua memberikan koin yang diikat dengan benang merah kepada anak-anak. Koin ini dikenal sebagai yā suì qián, yang berarti uang untuk mengusir roh jahat.

Tradisi ini berkembang dari kepercayaan masyarakat terhadap makhluk mistis bernama Sui, yang diyakini mengganggu anak-anak pada malam Tahun Baru Imlek. Untuk melindungi anak dari gangguan tersebut, orang tua meletakkan koin keberuntungan di bawah bantal anak mereka. Seiring waktu, koin tersebut diganti dengan uang yang dibungkus amplop merah, yang kemudian dikenal sebagai angpau.

Memasuki era Dinasti Tang hingga Dinasti Song, tradisi ini semakin populer dan meluas. Angpau tidak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga sebagai simbol doa untuk umur panjang, kesehatan, dan kemakmuran.

Makna filosofis angpau saat Hari Raya Imlek

Makna angpau saat Hari Raya Imlek mencerminkan nilai-nilai penting dalam budaya Tionghoa, di antaranya:

1. Simbol keberuntungan dan kemakmuran

Uang di dalam angpau melambangkan harapan agar penerima memperoleh rezeki yang lancar, kehidupan yang sejahtera, serta keberuntungan sepanjang tahun baru.

2. Perlindungan dari energi negatif

Warna merah dipercaya mampu menangkal roh jahat dan kesialan. Karena itu, angpau dianggap sebagai simbol perlindungan spiritual.

3. Doa dan restu

Pemberian angpau merupakan bentuk doa agar penerima selalu sehat, panjang umur, dan berhasil dalam kehidupan.

4. Ungkapan kasih sayang dan kepedulian

Angpau mencerminkan perhatian, cinta, dan kepedulian dari pemberi kepada penerima, terutama dalam lingkup keluarga.

Memberi dan menerima angpau

Dalam tradisi Tionghoa, angpau umumnya diberikan oleh orang yang sudah menikah kepada anak-anak, remaja, dan anggota keluarga yang belum menikah. Selain itu, atasan juga dapat memberikan angpau kepada karyawan sebagai bentuk apresiasi dan doa agar usaha serta pekerjaan berjalan lancar.

Di beberapa daerah, angpau juga diberikan dalam acara pernikahan, kelahiran bayi, dan perayaan tertentu sebagai simbol keberuntungan dan harapan baik.

Aturan dan etika memberi angpau

Pemberian angpau memiliki aturan tidak tertulis yang dijaga turun-temurun, antara lain:

  • Menggunakan amplop merah bersih dan baru sebagai simbol awal yang segar.
  • Menghindari jumlah uang dengan angka 4, karena pelafalannya mirip dengan kata “mati” dalam bahasa Mandarin.
  • Memberikan dengan kedua tangan sebagai bentuk penghormatan.
  • Tidak membuka angpau di depan pemberi, sebagai wujud sopan santun.
  • Jumlah uang di dalam angpau tidak dinilai dari besar kecilnya, melainkan dari niat baik dan doa yang menyertainya.

Angpau sekarang

Di era modern, angpau tidak hanya diberikan dalam bentuk fisik, tetapi juga secara digital melalui aplikasi pembayaran elektronik. Meski bentuknya berubah, makna angpau tetap sama, yakni menyampaikan doa, harapan, dan kasih sayang.

Tradisi ini juga semakin inklusif dan dikenal luas oleh berbagai kalangan di luar komunitas Tionghoa, menjadikan angpau sebagai simbol universal tentang berbagi kebahagiaan di awal tahun.

Angpau saat Hari Raya Imlek mencerminkan tradisi panjang yang sarat nilai filosofis. Angpau berisi simbol doa, perlindungan, keberuntungan, serta kasih sayang. Melalui angpau, masyarakat Tionghoa mewariskan pesan tentang pentingnya berbagi, menjaga hubungan keluarga, dan menyambut tahun baru dengan harapan yang lebih baik.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire