Top
Begin typing your search above and press return to search.

Arkeolog temukan struktur bangunan dan peluru VOC di Benteng Speelwijk

Arkeolog menemukan struktur bangunan dan peluru VOC di Benteng Speelwijk melalui kegiatan ekskavasi yang dilakukan oleh Balai Pelestarian (BP) Kebudayaan Wilayah VIII Provinsi Banten di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, guna menyingkap tabir sejarah peninggalan masa kolonial.

Arkeolog temukan struktur bangunan dan peluru VOC di Benteng Speelwijk
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Arkeolog menemukan struktur bangunan dan peluru VOC di Benteng Speelwijk melalui kegiatan ekskavasi yang dilakukan oleh Balai Pelestarian (BP) Kebudayaan Wilayah VIII Provinsi Banten di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, guna menyingkap tabir sejarah peninggalan masa kolonial.

Pamong Budaya pada Balai Pelestarian Kebudayaan Banten Adita Nofiandi, di Serang, Sabtu, menjelaskan bahwa ekskavasi tahun ini merupakan proyek lanjutan untuk meneruskan temuan tahun lalu, dengan fokus penelitian di bagian dalam sisi timur benteng.

"Target kami adalah melakukan pengupasan lahan sesuai tata letak yang ditentukan. Sejauh ini, temuan yang jelas terlihat adalah struktur fondasi bekas bangunan dan struktur lantai yang masih utuh," ujar Adita.

Selain struktur bangunan, tim arkeolog juga menemukan berbagai artefak penting seperti fragmen keramik asing dan benda berbahan logam. Salah satu temuan yang menarik perhatian adalah peluru bundar yang diduga kuat berasal dari era VOC.

"Kemarin rekan-rekan menemukan peluru bulat yang biasanya digunakan untuk pistol era VOC. Selain itu, kami juga dapati struktur lantai dari bata dan terakota yang orientasinya meneruskan hasil temuan sebelumnya," kata dia.

Adita menegaskan, struktur bangunan yang ditemukan ini rencananya akan tetap ditampakkan dan tidak ditutup kembali untuk melengkapi narasi sejarah mengenai periode serta pola kebudayaan pada masa itu.

Di sisi lain, Adita juga menyoroti tantangan pemanfaatan ruang di area cagar budaya yang kerap digunakan warga sekitar untuk berolahraga, seperti bermain sepak bola, karena minimnya ruang terbuka publik bagi masyarakat setempat.

"Ini memang menjadi permasalahan di satu sisi kita menjaga cagar budaya, di sisi lain masyarakat butuh ruang ekspresi. Harapan kami pemerintah daerah bisa memfasilitasi ruang olahraga bagi warga agar pemanfaatan cagar budaya tetap sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010," tuturnya.

Kegiatan ekskavasi yang melibatkan tim mahasiswa ini direncanakan berlangsung hingga akhir pekan depan. Hasil dari temuan ini nantinya akan didata dan diolah sebagai rujukan penelitian sejarah masa depan di wilayah Banten.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire