Top
Begin typing your search above and press return to search.

EMI pantau kesiapan Masjid Ramah Pemudik di Salatiga

Menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Persiapan Program Masjid Ramah Pemudik menjelang libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia pada Selasa (3/3/2026), Tim Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) melakukan peliputan terkait persiapan dan pelaksanaan program tersebut di berbagai daerah, termasuk di Kota Salatiga, Jawa Tengah.

EMI pantau kesiapan Masjid Ramah Pemudik di Salatiga
X

Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.

Menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Persiapan Program Masjid Ramah Pemudik menjelang libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia pada Selasa (3/3/2026), Tim Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) melakukan peliputan terkait persiapan dan pelaksanaan program tersebut di berbagai daerah, termasuk di Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga menyambut baik kegiatan peliputan tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap upaya publikasi program Masjid Ramah Pemudik yang bertujuan memberikan layanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Sebelum proses peliputan dimulai, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Siti Handayani, mengajak para penyuluh agama Islam yang bertugas untuk melakukan koordinasi dengan pihak EMI. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif para penyuluh dalam menyukseskan program tersebut.

“Para penyuluh diharapkan proaktif dalam mendukung program Masjid Ramah Pemudik ini, baik dalam pelayanan kepada masyarakat maupun dalam koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga, Nurcholis, dalam arahannya juga menekankan pentingnya kolaborasi antara penyuluh agama dan pengurus takmir masjid yang menjadi titik lokasi layanan bagi pemudik.

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerja sama yang baik antara petugas Kementerian Agama dan pengurus masjid.

“Para penyuluh agar berkolaborasi dengan pihak takmir masjid, sehingga dapat bersama-sama membantu pengurus masjid yang menjadi titik lokasi Masjid Ramah Pemudik dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para pemudik,” harapnya.

Usai kegiatan briefing, reporter EMI, Pranoto segera melakukan peliputan dan live streaming mengenai kesiapan pelaksanaan program tersebut. Peliputan dilakukan di salah satu titik lokasi program, yakni Masjid Baitussyukur.

Person in charge (PIC) Masjid Ramah Pemudik Kemenag Kota Salatiga Mustaqim menjelaskan, masjid yang menyediakan layanan ramah pemudik sangat membantu para musafir yang sedang melakukan perjalanan jauh.

"Melalui peliputan ini, diharapkan program Masjid Ramah Pemudik semakin dikenal luas oleh masyarakat serta mampu memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan sosial yang memberikan kenyamanan dan kemanfaatan bagi umat, khususnya selama musim mudik Lebaran," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Senin (16/3).

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire