Top
Begin typing your search above and press return to search.

Gelar bukber dan santunan, Ketum Projo ajak kader optimistis ditengah keterbatasan

Organisasi Kerakyatan DPP Projo, menggelar acara rutin setiap Ramadhan dengan buka puasa bersama dan memberi santunan kepada anak yatim dan duafa.

Gelar bukber dan santunan, Ketum Projo ajak kader optimistis ditengah keterbatasan
X

Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Organisasi Kerakyatan DPP Projo, menggelar acara rutin setiap Ramadhan dengan buka puasa bersama dan memberi santunan kepada anak yatim dan duafa, Senin (9/3).

Dalam kegiatan itu, Ketum Projo, Budi Arie Setiadi menuturkan bahwa di bulan Ramadhan yang baik ini, DPP Projo tetap konsisten untuk berbakti kepada kaum rentan seperti anak yatim dan kaum du’afa.

Dalam suasana hangat dan kebersamaan, muncul juga arahan strategis Ketua Umum Projo kepada pimpinan Projo di daerah. Terkait pandangan DPP Projo dalam melihat situasi nasional akhir-akhir ini.

“Kita harus jujur pada realitas bahwa situasinya memang tidak mudah, ini bukan hanya di Indonesia. Banyak negara juga meghadapi situasi yang sama bahkan lebih parah akibat ketegangan global,” ucap Budi Arie.

Meskipun begitu, Budi Arie terus mengajak kader-kader Projo untuk tetap membagun optimismisme, bahkan turun tangan membantu pemerintah dengan segala keterbatasan organisasi. Karena dirinya memiliki tanggung jawab moril untuk mensukseskan program prioritas Presiden Prabowo.

“Projo ini bukan saja organ pendukung Prabowo-Gibran. Kita melampaui dari itu, ya inisiator, ya martir. Dan kepada teman-teman daerah saya berterimakasih, terhadap konsistensi membantu program prioritas Presiden Prabowo. Meskipun dengan segala keterbatasan yang ada pada kita,” tegas Budi Arie kepada kader-kader Projo.

Hal ini sejalan dengan Presiden Prabowo yang menegaskan ia maupun semua pihak tentu menyadari kondisi bangsa yang saat jni masih menghadapi banyak kendala, banyak kesulitan, dan banyak kekurangan.

"Kekurangan-kekurangan ini sesungguhnya adalah kekurangan dari para pejabat, para birokrat, para petugas," kata Prabowo pada Senin, 9 Maret 2026.

Prabowo tidak menampik dan mengakui mereka yang memiliki kinerja luar biasa. Tetapi di sisi lain, kepala negara memberikan sorotan terhadap mereka yang mengecewakan.

Dalam pernyataan ini Presiden Prabowo juga sangat meyadari bahwa banyak jajaran pembantu Presiden (Kementerian) yang tidak layak dan gagal menjalankan program prioritas Presiden.

"Ini harus kita akui. Janganlah kita selalu bicara yang baik-baik, yang manis-manis," tutup Presiden pada peresmian 218 Jembatan, Senin, 9 Maret 2026.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire