Top
Begin typing your search above and press return to search.

HPN 2026 digelar: Ini sejarah lahirnya Hari Pers Nasional

Sejarah lahirnya Hari Pers Nasional yang diperingati tiap 9 Februari, ditetapkan lewat Keppres 1985 sebagai penghormatan atas perjuangan pers Indonesia.

HPN 2026 digelar: Ini sejarah lahirnya Hari Pers Nasional
X

Ini sepak terjang insan pers hingga lahirlah Hari Pers Nasional melalui Keppres Nomor 5 Tahun 1985.

Perayaan HPN 2026 yang digelar di Banten merupakan waktu penting untuk merenungkan kembali peran media dalam menjaga pilar demokrasi di Indonesia. Peringatan tahunan yang jatuh setiap tanggal 9 Februari ini merupakan penghormatan terhadap dedikasi para jurnalis. Untuk memahami urgensinya, kita perlu menengok jauh ke belakang untuk mempelajari sejarah lahirnya Hari Pers Nasional yang berakar dari semangat perjuangan kemerdekaan.

Sejarah lahirnya Hari Pers Nasional

Sejarah lahirnya Hari Pers Nasional tidak bisa dilepaskan dari berdirinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946 di Surakarta, Jawa Tengah. Tanggal tersebutlah yang kemudian jadi tonggak penting dalam sejarah pers Indonesia.

Gagasan untuk menetapkan satu hari khusus bagi pers nasional pertama kali muncul dalam Kongres ke-28 PWI di Padang, Sumatera Barat, pada 1978. Tokoh-tokoh pers kala itu menilai perlu adanya momen nasional untuk menghargai perjuangan, peran, dan kontribusi wartawan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kesepakatan tersebut kemudian dibahas dalam Sidang Dewan Pers ke-21 di Bandung pada 19 Februari 1981. Hasil sidang itu selanjutnya diajukan kepada pemerintah hingga akhirnya disahkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1985. Keppres tersebut ditandatangani Presiden Soeharto pada 23 Januari 1985, yang sekaligus menetapkan 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional.

Alasan penetapan 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional

Pemilihan tanggal 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional merujuk pada hari lahir PWI yang berdiri pada 9 Februari 1946. PWI dipandang sebagai organisasi wartawan pertama dan terbesar yang memiliki peran strategis dalam membangun pers nasional pascakemerdekaan.

Dalam Keppres Nomor 5 Tahun 1985 disebutkan bahwa pers nasional Indonesia memiliki sejarah perjuangan serta peran penting dalam pembangunan nasional sebagai wujud pengamalan Pancasila. Karena itu, negara menetapkan satu hari khusus untuk memperingati dan menghormati peran tersebut.

Peran Pers sepanjang sejarah perjuangan

Sebelum kemerdekaan, pers telah menjadi alat perjuangan melawan kolonialisme. Surat kabar dan media cetak digunakan untuk menyebarkan gagasan kebangsaan, membangun kesadaran kolektif, serta menggalang dukungan rakyat terhadap perjuangan kemerdekaan.

Pada masa pergerakan nasional, banyak media yang berperan sebagai corong perlawanan, meski harus menghadapi sensor, pembredelan, hingga tekanan politik. Tradisi yang kritis ini terus berlanjut hingga masa pascakemerdekaan, membuat pers masuk sebagai salah satu pilar demokrasi yang mengawasi kekuasaan dan memperjuangkan kepentingan publik.

Tujuan dan makna peringatan HPN

1. Menghargai jasa wartawan

HPN menjadi sarana untuk mengapresiasi kontribusi wartawan dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

2. Meneguhkan kebebasan pers

Untuk mengingatkan pentingnya menjaga kemerdekaan pers sebagai fondasi demokrasi dan kebebasan berekspresi.

3. Mendorong profesionalisme jurnalistik

HPN juga menjadi ajang refleksi untuk meningkatkan kualitas jurnalisme, etika profesi, serta tanggung jawab sosial media.

4. Memperkuat sinergi pers, pemerintah, serta masyarakat

Peringatan ini diharapkan mempererat kolaborasi antarpemangku kepentingan demi menciptakan ekosistem perputaran informasi yang sehat.

Ragam penyelenggaraan Hari Pers Nasional

Sejak ditetapkan pada 1985, Hari Pers Nasional diselenggarakan setiap tahun secara bergilir di berbagai ibu kota provinsi di Indonesia. Pola ini bertujuan untuk mendekatkan peringatan HPN dengan masyarakat luas serta memperkuat peran pers daerah.

Setiap perayaan HPN biasanya diisi dengan rangkaian kegiatan, mulai dari seminar, diskusi publik, konvensi media, hingga penghargaan jurnalistik. Selain itu, HPN juga menjadi forum strategis untuk membahas tantangan pers di era digital, disrupsi teknologi, serta isu terkait keberlanjutan bisnis media.

Relevansi HPN sekarang

Di tengah arus informasi yang makin deras, Hari Pers Nasional 2026 memiliki relevansi yang masih penting. Pers dihadapkan pada tantangan hoaks, disinformasi, tekanan ekonomi media, hingga perubahan pola konsumsi berita masyarakat.

Dalam konteks ini, HPN menjadi momen untuk meneguhkan kembali komitmen pers terhadap jurnalisme berkualitas, independen, dan berpihak pada kepentingan publik. Nilai-nilai dasar jurnalistik seperti akurasi, verifikasi, dan keberimbangan jadi makin krusial di tengah gempuran media sosial hingga kecerdasan buatan.

HPN 2026 digelar jadi pengingat akan sejarah lahirnya Hari Pers Nasional yang berakar dari perjuangan panjang pers Indonesia. Penetapan 9 Februari melalui Keppres Nomor 5 Tahun 1985 menegaskan pengakuan negara terhadap peran strategis pers dalam pembangunan dan demokrasi.

Pers diharapkan bisa terus menjaga idealisme, profesionalisme, serta komitmen terhadap kepentingan publik di tengah perubahan zaman.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire