Jelang Imlek 2026, jemaat Vihara Kwan In Thang gelar ritual "Cuci Rupang"
Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, suasana di Vihara Kwan In Thang, Pondok Cabe Udik, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, tampak lebih sibuk dari biasanya. Puluhan jemaat datang silih berganti, membersihkan rupang Buddha dan altar suci dalam ritual "Cuci Rupang", sebuah tradisi tahunan yang sarat makna spiritual.

Sumber foto: Cecep Supriatna/elshinta.com.
Sumber foto: Cecep Supriatna/elshinta.com.
Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, suasana di Vihara Kwan In Thang, Pondok Cabe Udik, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, tampak lebih sibuk dari biasanya. Puluhan jemaat datang silih berganti, membersihkan rupang Buddha dan altar suci dalam ritual "Cuci Rupang", sebuah tradisi tahunan yang sarat makna spiritual.
Dengan gerakan perlahan dan penuh kehati-hatian, jemaat menyeka satu per satu rupang Buddha menggunakan kain basah, air sabun, hingga air bunga. Ritual dimulai dari area altar utama, dilanjutkan ke wadah hio dan perlengkapan ibadah lainnya. Prosesi ini menjadi simbol penyucian diri dan ruang ibadah sebelum memasuki tahun yang baru.
Rupang yang dibersihkan meliputi Sakyamuni Buddha, Bhaisajyaguru Buddha, Amitabha Buddha, Dewi Kwan In Phu Sa, serta dewa pelindung Dhamma. Seluruh rangkaian dilakukan secara gotong royong oleh jemaat dan pengurus vihara.
Di luar prosesi ritual, nuansa Imlek semakin terasa dengan hadirnya ratusan lampion dan ornamen bernuansa merah yang menghiasi area luar dan dalam vihara. Warna merah yang identik dengan keberuntungan dan kebahagiaan mendominasi, menandai kesiapan vihara menyambut tahun baru menurut kalender Tionghoa.
Anggota Pembina Vihara Kwan In Thang, Frankie Sibbald, menjelaskan ritual cuci rupang dan altar merupakan agenda rutin yang selalu dilakukan menjelang Imlek. Tahun ini, Imlek 2577 Kongzili atau 2026 Masehi akan jatuh pada 17 Februari 2026.
"Ritual ini menjadi simbol penyucian diri. Dengan membersihkan rupang dan altar, kami juga diingatkan untuk membersihkan hati dan pikiran sebelum memasuki tahun yang baru,” ujar Frankie seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Cecep Supriatna, Minggu (7/2/2026).
Menurutnya, Imlek bukan hanya perayaan pergantian tahun, tetapi juga momen refleksi dan pembaruan spiritual. Lingkungan vihara yang bersih dan tertata diharapkan memberi kenyamanan bagi jemaat dalam menjalankan ibadah.
Selain rangkaian ritual keagamaan, vihara juga menyiapkan berbagai pertunjukan budaya untuk memeriahkan malam puncak perayaan Imlek. Atraksi barongsai, wushu, dan pertunjukan lainnya akan ditampilkan sebagai bagian dari perayaan bersama jemaat dan masyarakat.
Tahun Baru Imlek 2026 menandai pergantian dari Shio Ular Kayu ke Shio Kuda Api. Shio Kuda Api melambangkan semangat, keberanian, energi, dan tekad yang kuat—kombinasi yang dipercaya membawa dinamika dan hanya muncul sekali dalam siklus 60 tahun.
Dengan semangat Kuda Api, umat berharap tahun yang baru membawa optimisme, kerja keras, dan kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan.




