Top
Begin typing your search above and press return to search.

Jelang Ramadan, pengungsi Tanah Merah Hutanabolon sambut masjid bantuan BAZNAS

​Melur Tambunan (38) tidak mampu menyembunyikan rasa syukur saat melihat bangunan masjid darurat semipermanen bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang kini berdiri di Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara.

Jelang Ramadan, pengungsi Tanah Merah Hutanabolon sambut masjid bantuan BAZNAS
X

Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

​Melur Tambunan (38) tidak mampu menyembunyikan rasa syukur saat melihat bangunan masjid darurat semipermanen bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang kini berdiri di Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara.

​Setelah berbulan-bulan hanya bisa bersujud di sela sempitnya tenda pengungsian, gundah itu akhirnya luruh berganti syukur. Kini, sajadah Melur tak perlu lagi "bersaing" dengan ruang tidur pengungsi lain atau debu jalanan yang kerap dilewati hewan liar.

​“Saya perwakilan dari muslim yang tinggal di huntara (hunian sementara) ini, mengucapkan terima kasih banyak kepada tim BAZNAS karena sudah mendirikan masjid darurat untuk kami. Semoga nanti rezeki Bapak/Ibu dilancarkan dan diberikan kesehatan oleh Allah. Allah yang membalas lebih banyak untuk Bapak/Ibu,” lirih Melur dengan mata berkaca-kaca, Minggu (15/2/2026).

​Sejak banjir bandang melanda permukiman Melur di Lorong 3 pada November lalu, ia bersama puluhan warga lainnya terpaksa bertahan di tenda darurat yang jauh dari layak. Kondisi ini membuat aktivitas sehari-hari, termasuk ibadah, menjadi tantangan berat bagi para pengungsi. Dalam satu tenda kecil, terdapat 8 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri atas 30 orang yang hidup berdesakan. Sering kali, waktu salat terpaksa terlewat karena tidak ada ruang kosong untuk membentangkan sajadah.

​“Kadang-kadang salat, karena keadaan, akhirnya tidak jadi. Satu tenda itu kan banyak orang, kadang kita sudah wudu, tapi teman kita lagi tiduran. Kan tidak enak mengusirnya, sementara tempat berteduh pun cuma di situ, tidak ada tempat lain. Makanya kita saling pengertian saja, jadi nanti saja (salatnya). Akhirnya sering lewat waktu,” tuturnya.

​Kondisi mendesak inilah yang mendorong warga berkoordinasi dengan BAZNAS, terutama mengingat bulan suci Ramadan yang semakin dekat. Merespons aspirasi tersebut, tim BAZNAS bergerak cepat membangun fasilitas masjid darurat. Bangunan ini dirancang dengan konsep semipermanen agar mudah dibongkar-pasang namun tetap kokoh digunakan.

​“Kami berpikir nanti pas puasa, biar ibadahnya khusyuk. Lalu tim BAZNAS bilang akan mengusahakannya. Ternyata sekarang langsung jadi. Alhamdulillah, semua orang yang kenduri di sini mengucap syukur karena sudah ada masjid darurat,” ucap Melur.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire