Ketua Umum PBNU kutuk serangan AS-Israel terhadap Iran
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengutuk keras serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang membuat kondisi di kawasan Timur Tengah menjadi memanas dan tak stabil.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengutuk keras serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang membuat kondisi di kawasan Timur Tengah menjadi memanas dan tak stabil.
“Serangan AS dan Israel atas Iran adalah tindakan brutal yang kembali merusak tatanan internasional, bahkan berpotensi memicu konflik global yang tidak terkendali serta menciptakan alasan bangkitnya kembali radikalisme dan ekstremisme,” ujar Gus Yahya, sapaan akrab Ketua PBNU itu di Jakarta, Senin.
Gus Yahya juga mengungkapkan rasa belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas wafatnya Imam Ali Khamenei akibat serangan itu.
Ia mengajak seluruh umat Islam dan segenap komunitas internasional untuk mendoakan bangsa Iran, semoga tegar dan dikaruniai kekuatan untuk melawati kemelut ini dengan selamat.
Kendati demikian Gus Yahya juga menyesalkan tindakan Iran menyerang berbagai negara tanpa alasan yang dapat diterima, yang berkonsekuensi mendorong eskalasi konflik hingga semakin menyulitkan upaya resolusi.
“Kita semua paham itu kemarahan dan menyasar titik-titik yang diduga menjadi tempat tentara Amerika, namun apapun, serangan itu justru akan memperburuk situasi,” kata dia.
PBNU, kata Gus Yahya, menyerukan kepada masyarakat internasional untuk berkonsolidasi menegakkan kembali konsensus tatanan internasional dengan PBB sebagai perwujudan strukturalnya, agar PBB dapat menjalankan fungsi sebagai penjaga tatanan internasional secara efektif.
“Kami juga mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam mengupayakan deeskalasi konflik menuju resolusi damai yang beradab dan bermartabat. Ini amanat konstitusi kita,” katanya.
Gus Yahya mengharapkan Pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan keberadaan dan posisinya dalam BoP untuk mendesak AS, Israel, dan aktor-aktor lain yang terlibat, untuk menghentikan kekerasan dan menempuh jalan damai.




