Keturunan Tionghoa Semarang gelar ritual Po Un agar rerhindar dari ketidakberuntungan
Puluhan warga keturunan Tionghoa itu duduk rapi di selasar Kelenteng Tay Kak Sie, di Gang Lombok, Semarang pada Sabtu pagi (21/02/2026).

Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.
Puluhan warga keturunan Tionghoa itu duduk rapi di selasar Kelenteng Tay Kak Sie, di Gang Lombok, Semarang pada Sabtu pagi (21/02/2026). Rata-rata usia mereka di atas 30 tahun. Dengan khusuk mereka mengikuti panduan Niko (pemimpin ritual) Susi yang memimpin upacara Ciswa atau Po Un – Po berarti perlindungan dan Un bermakna nasib. Jadi Po Um adalah ritual perlindungan nasib.
Di tangan mereka tergenggam hio swa (dupa wangi). Niko Susi mendaraskan sutra atau mantra-mantra ágama Khonghucu dalam bahasa Hokian. Sesekali mereka melakukan pai – hormat dengan membungkukan badan ke arah altar.
Po Un dilakukan keturunan Tionghoa beberapa hari setelah mereka merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada hari Selasa, 17 Februari lalu.
Menurut Niko Susi, dari 12 shio (tahun kelahiran) China, ada tujuh shio yang mengandung jiong atau ketidakberuntungan tahun ini. “Agar pemilik shio itu terhindar dari kesialan, maka mereka disarankan mengikuti ritual Po Un,” katanya.
Mereka yang memiliki jiong besar adalah shio kuda, tikus, ayam, kelinci. --- dan Jiong kecil macan, anjing, naga.
Simbol tolak bala itu dengan membakar orang-orangan sepaya pemilik shio selalu sehat dan selamat. Simbol pembakaran jembatan bagi berusia jelek bisa dilewatkan. Sementara symbol kapal agar ketidakberuntungan itu dibawa menjauh. Sementara pembakaran pohon uang agar rejeki tetap melimpah.
Umat di Kelenteng Tay Kak Sie berjumlah sekitar 500 orang. Mereka aktif melakukan ritual keagamaan di kelenteng tersebut kata Tanto Hermawan, Ketua Yayasan Tay Kak Sie.
“Tujuan utama ritual Po Un ni adalah memohon perlindungan, keberkahan, kesehatan, dan keselarasan hidup dengan alam semesta,” kata Tanto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Senin (23/2).
Di Pecinan Semarang ada 10 kelenteng, Dalam perayaan Imlek tahun ini keturunan Tionghoa di Semarang menggelar Pasar Imlek Semawis. Puncak acara penyambutan tahun baru Imlek pada acara Cap Go Meh pada 3 Maret mendatang




