Kisah sopir bus 15 tahun tak Lebaran bersama keluarga demi nafkah
Sopir bus Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, menceritakan kisahnya yang sudah 15 tahun tidak merayakan Lebaran bersama keluarga demi mencari nafkah.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sopir bus Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, menceritakan kisahnya yang sudah 15 tahun tidak merayakan Lebaran bersama keluarga demi mencari nafkah.
"Ya, berlebarannya di jalan, pinginnya kalau ada rezeki mah pingin Lebaran sama keluarga gitu kan, tapi, ya, nyatanya enggak bisalah," kata sopir bernama Masduki kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
Dia pun mengaku harus kembali menahan rindunya karena belum dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarganya di kampung halaman.
Menurut dia, momen Lebaran justru menjadi waktu yang paling dinantikan untuk bekerja karena berpotensi memberikan penghasilan lebih demi memenuhi kebutuhan keluarga.
"Justru momen-momen Lebaran saat seperti inilah yang kami tunggu-tunggu itu, siapa tahu ada rezeki lebih gitu kan untuk memenuhi kebutuhan orang rumah,” ujar Masduki.
Selama bertahun-tahun bekerja, dia mengaku hanya satu atau dua kali merasakan Lebaran bersama keluarga. Selebihnya, ia selalu berada di jalan untuk mengantar penumpang.
“Ini sudah berapa puluh kali Lebaran juga enggak pernah bareng keluarga. Selalu di jalan terus itu, memang gitu,” tutur Masduki.
Dia juga mengaku rindu berkumpul dan melihat tumbuh kembang ketiga anaknya yang tinggal di Jawa Tengah. Anak bungsunya kini berusia empat tahun, sementara anak sulungnya baru lulus SMA dan akan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Biasanya, dia baru pulang kampung setelah arus mudik dan balik selesai, dengan waktu istirahat sekitar satu minggu sebelum kembali bekerja.
Kini, Masduki melayani rute Jakarta menuju Sumatera, tepatnya Tanjung Enim, dengan waktu tempuh normal lebih dari 16 jam, bahkan bisa mencapai 20 jam saat musim mudik.
Meski berat, dia mengaku tetap bersyukur dapat membantu para pemudik pulang ke kampung halaman mereka dengan selamat.
“Asal sampai nganterin penumpang sampai tujuan, sudah senang,” ungkap MAsduki.
Di sisi lain, pengelola Terminal Lebak Bulus mengimbau para pengemudi Angkutan Lebaran 2026 agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan, terutama saat jumlah penumpang meningkat.
Ke depannya, pengelola Terminal Lebak Bulus berencana melakukan revitalisasi terminal tersebut pada 2027 guna meningkatkan kualitas layanan dan integrasi transportasi.




