Menbud yakin sosok Maha Menteri Kasunanan Solo mampu tengahi konflik
Menteri Kebudayaan Fadli Zon meyakini bahwa sosok yang dituakan di Keraton Solo yakni Maha Menteri Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yakni Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan mampu menjadi penengah terkait konflik dua sosok yang mengukuhkan diri sebagai raja Keraton Solo.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon meyakini bahwa sosok yang dituakan di Keraton Solo yakni Maha Menteri Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yakni Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan mampu menjadi penengah terkait konflik dua sosok yang mengukuhkan diri sebagai raja Keraton Solo.
"Dengan adanya Panembahan Agung Tedjowulan bisa menjadi orang yang dituakan untuk mungkin rembukan sekaligus dalam waktu ke depan sampai ke depan ada semacam konsesus," kata Fadli saat ditemui di Jakarta, Selasa.
Ia menegaskan bahwa Keraton Solo merupakan salah satu warisan sejarah yang berperan besar dalam menjaga tradisi dan budaya Jawa.
Dia juga berharap ke depan pihaknya bersama pemangku kepentingan Kasunanan Surakarta dapat berkolaborasi menghadirkan perbaikan.
"Kita harapkan ke depan kita bisa lakukan perbaikan-perbaikan pada Keraton Solo dan bisa menjadi pusat budaya yang penting di kota Solo," jelasnya.
Fadli berharap selama masa berkabung setidaknya 40 hari usai berpulangnya pemegang tahta Keraton Kasunanan Surakarta Raja Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII Hangabehi, konflik internal soal penerus raja ini tidak berkepanjangan dan dapat selesai lewat rembuk atau musyawarah keluarga.
Sebagaimana diketahui, terjadi konflik penerus tahta Keraton Kasunanan Surakarta sepeninggal Pakubuwono XIII. Konflik yang menjadi dua kubu ini pun masih bergulir
Putra bungsu mendiang PB XIII yakni KGPAA Hamengkunegoro telah mengukuhkan diri sebagai penerus pada hari kematian sang ayah (5/11).
Sementara itu pada waktu yang berbeda, Lembaga Dewan Adat (LDA) menobatkan putra tertua mendiang PB XIII yakni KGPH Hangabehi menjadi penerus tahta Keraton Solo (13/11).
KGPH Hangabehi merupakan putra sulung mendiang Pakubuwono XIII dari istri pernikahan kedua, sedangkan KGPAA Hamengkunegoro atau Gusti Purboyo merupakan putra dari istri pernikahan ketiga.
Rapat keluarga besar Keraton Surakarta menghasilkan putra tertua Pakubuwono XIII, yakni KGPH Hangabehi menjadi raja berikutnya (13/11).
Bahkan, penetapan KGPH Hangabehi sebagai putra mahkota sudah dilakukan bertepatan dengan rapat keluarga besar yang diselenggarakan di Kompleks Keraton Surakarta di Solo, Jawa Tengah.
Raja Keraton Surakarta Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi mangkat usai menjalani perawatan di RS Indriati Solo Baru Sukoharjo, Jawa Tengah (2/11).




