Peringati Nuzulul Qur'an, Wali Kota Balikpapan minta warga tak "panic buying"
Memasuki pertengahan bulan Ramadhan, Pemkot Balikpapan memperingati Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan sholat Isya dan sholat Tarawih berjamaah di Masjid Madinatul Iman, Balikpapan Islamic Center (BIC), Kamis (5/3/2026).

Sumber foto: Rizkia/elshinta.com.
Sumber foto: Rizkia/elshinta.com.
Memasuki pertengahan bulan Ramadhan, Pemkot Balikpapan memperingati Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan sholat Isya dan sholat Tarawih berjamaah di Masjid Madinatul Iman, Balikpapan Islamic Center (BIC), Kamis (6/3/2026).
Kegiatan tersebut diisi dengan ceramah agama oleh Ustadz Anugrah Cahyadi, sementara sholat berjamaah dipimpin oleh Imam Muhammad Rif’at, Lc. Acara dihadiri oleh pengurus masjid, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah yang memadati area masjid.
Dalam kesempatan itu Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menyerahkan dana hibah pembangunan sebesar Rp300 juta untuk Masjid Madinatul Iman (BIC), yang mana bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua Masjid Madinatul Iman, Andi M Yusri.
Selain hibah pembangunan masjid, Pemerintah Kota Balikpapan juga memberikan bonus penghargaan kepada dua penghafal Al-Qur’an (tahfiz) asal Kota Balikpapan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka.
Dua penerima penghargaan tersebut yakni M. Haikal Al Gifari yang menerima bonus sebesar Rp125 juta, serta Ahmad Fadhil yang menerima Rp75 juta.
Rahmad mengatakan, pemberian hibah dan penghargaan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan kegiatan keagamaan sekaligus penghargaan kepada generasi muda yang berprestasi dalam bidang Al-Qur’an.
“Kita ingin memberikan dukungan kepada masjid sebagai pusat kegiatan umat, sekaligus memberikan motivasi kepada generasi muda yang telah mengharumkan nama Kota Balikpapan melalui prestasi mereka sebagai penghafal Al-Qur’an,” katanya dalam sambutannya malam itu.
Pada kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Ramadhan sebagai waktu memperbaiki diri dan memperkuat nilai-nilai keimanan.
Menurutnya, malam-malam di bulan Ramadhan merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Momentum Ramadhan ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi kita semua untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik, memperbanyak ibadah, serta meningkatkan kepedulian kepada sesama,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Rizkia, Senin (9/3).
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan terhadap kebutuhan pokok selama Ramadhan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah telah memastikan ketersediaan bahan pokok masyarakat (BPM) mencukupi hingga beberapa bulan ke depan.
“Saya mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pemerintah sudah menjamin persediaan bahan pokok selama Ramadhan hingga beberapa bulan ke depan,” imbaunya.
Menurutnya, perilaku membeli secara berlebihan justru dapat mengganggu distribusi barang di pasaran.
“Kalau kita membeli secara berlebihan, yang seharusnya cukup untuk satu bulan bisa habis dalam dua minggu. Jadi mari kita bijak dalam berbelanja agar distribusi tetap stabil,” ujarnya.
Menutup sambutannya, ia juga mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan agar kondisi dunia tetap damai serta masyarakat Balikpapan selalu diberikan keselamatan dan kesejahteraan.
“Kita berdoa semoga dunia ini selalu dalam keadaan baik, dan khususnya Kota Balikpapan yang kita cintai selalu diberikan keberkahan dan keselamatan,” ajaknya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah Nuzulul Qur’an yang disampaikan oleh Ustadz Anugrah Cahyadi sebelum ditutup dengan doa bersama.




