Top
Begin typing your search above and press return to search.

Ribuan warga hadiri Pawai Lampion Imlek 2577 di Singkawang

Ribuan warga Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar) memadati sejumlah ruas jalan utama menyaksikan Pawai Lampion Imlek 2577 Kongzili yang diikuti ratusan mobil berhias lampion yang diiringi atraksi naga, barongsai, tarian kelabang, hingga marching band.

Ribuan warga hadiri Pawai Lampion Imlek 2577 di Singkawang
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Ribuan warga Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar) memadati sejumlah ruas jalan utama menyaksikan Pawai Lampion Imlek 2577 Kongzili yang diikuti ratusan mobil berhias lampion yang diiringi atraksi naga, barongsai, tarian kelabang, hingga marching band.

"Festival lampion ini bukan sekadar arak-arakan dan hiasan penerang kota, tetapi simbol harapan baru, semangat dan doa kami warga Tionghoa agar menjadi lebih baik di tahun baru ini," kata Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama Wakil Wali Kota Muhammadin dan tamu VVIP melalui prosesi pemukulan Loku di panggung utama depan Kantor Wali Kota Singkawang, Senin.

Iring-iringan pawai melintasi Jalan Firdaus, Jalan Diponegoro, Jalan Niaga (depan Rusen), Jalan Budi Utomo, Jalan Kurau, Jalan Niaga (Patung Naga), Jalan Stasiun, dan berakhir di Happy Building. Sepanjang rute, masyarakat tampak antusias mengabadikan momen kemegahan lampion yang menghiasi kendaraan peserta.

Wali Kota Tjhai Chui Mie mengatakan lampion bagi masyarakat Tionghoa bukan sekadar hiasan, melainkan simbol doa, harapan, dan semangat untuk meraih kebaikan di tahun baru.

Ia berharap pawai lampion tidak hanya menjadi perayaan seremonial, melainkan dimaknai sebagai awal optimistis baru bagi masyarakat Singkawang dalam membangun kota yang lebih maju dan harmonis.

Tahun ini, perayaan Imlek dan Cap Go Meh bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Menurutnya, momentum tersebut mencerminkan harmoni keberagaman yang telah lama terjalin di Kota Singkawang.

"Imlek mengajarkan harapan baru dan Ramadhan mengajarkan kesabaran, ketulusan, serta kepedulian. Semoga dua momentum ini berpadu menjadi cahaya kekuatan bagi Singkawang yang semakin kuat bersatu dalam keberagaman dan menjunjung tinggi toleransi," katanya.

Selain mempererat persaudaraan antar-umat beragama, kemeriahan Imlek dan kekhidmatan Ramadhan juga dinilai berdampak positif terhadap sektor ekonomi dan pariwisata daerah. Festival Imlek dan Cap Go Meh yang digelar bersamaan dengan Ramadhan Fair disebut dipadati pengunjung sejak hari pertama pelaksanaan.

"Kita lihat sejak dibuka, Festival Imlek dan Cap Go Meh serta Ramadhan Fair benar-benar dipadati pengunjung. Tentu ini meningkatkan ekonomi dan pariwisata kita, khususnya bagi pelaku UMKM," kata Tjhai Chui Mie.

Pawai lampion tersebut menjadi salah satu rangkaian utama perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang yang setiap tahunnya menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus mempertegas identitas kota tersebut sebagai salah satu pusat perayaan budaya Tionghoa terbesar di Indonesia.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire