Seberangi laut, Latifah Sudarmy beri penyuluhan bagi warga pesisir lewat program Suluh Laut
Setiap hari Kamis, perjalanan Latifah Sudarmy selalu dimulai dengan menyeberangi laut menggunakan sampan kecil. Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanjung Tiram, Kementerian Agama Kabupaten Batu Bara ini rutin menuju Desa Bandar Rahmat, sebuah desa pesisir yang hanya dapat diakses melalui jalur laut.

Sumber foto: Diurnawan/elshinta.com.
Sumber foto: Diurnawan/elshinta.com.
Setiap hari Kamis, perjalanan Latifah Sudarmy selalu dimulai dengan menyeberangi laut menggunakan sampan kecil. Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanjung Tiram, Kementerian Agama Kabupaten Batu Bara ini rutin menuju Desa Bandar Rahmat, sebuah desa pesisir yang hanya dapat diakses melalui jalur laut. Di desa inilah Latifah menjalankan kegiatan Suluh Laut sebagai bagian dari tugas pembinaan keagamaan.
Desa Bandar Rahmat memiliki keterbatasan akses transportasi dan kondisi geografis yang cukup menantang. Selama ini, jarak dan sarana menjadi kendala dalam pelaksanaan pembinaan keagamaan. Namun bagi Latifah, keterbatasan tersebut tidak mengurangi komitmen untuk tetap hadir mendampingi masyarakat, khususnya sebagai wujud layanan Kementerian Agama bagi wilayah pesisir dan terpencil.
Dalam setiap pelaksanaan Suluh Laut, Latifah terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan kepala desa serta tokoh agama setempat. "Ini dilakukan agar kegiatan penyuluhan berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung penguatan kehidupan keagamaan di Desa Bandar Rahmat," kata Latifah seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Diurnawan, Selasa (20/1).
Kegiatan pembinaan kemudian dilanjutkan dengan pengajian rutin di masjid dan rumah-rumah warga. Selain itu, Latifah juga aktif memberikan pendampingan keagamaan kepada Majelis Taklim Al-Amin, kelompok bimbingan dan penyuluhan yang dibinanya di desa tersebut. Materi keagamaan disampaikan secara bertahap dan berkelanjutan, menyesuaikan dengan kondisi serta keseharian masyarakat pesisir.
Seiring waktu, kegiatan ini menunjukkan hasil yang positif. Pengajian yang sempat tidak aktif kembali berjalan, partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan meningkat, serta semangat gotong royong dalam memakmurkan masjid mulai tumbuh. Keterlibatan pemuda dalam aktivitas keagamaan juga semakin terlihat, memberikan harapan baru bagi keberlanjutan pembinaan di desa tersebut.
Pengabdian sebagai Penyuluh Agama Islam membawa pengalaman unik bagi Latifah yang harus menempuh perjalanan pergi dan pulang menggunakan sampan. Pengalaman tersebut baru pertama kali ia rasakan sepanjang hidupnya sejak bertugas di lokasi binaan tersebut pada tahun 2022. Akses perairan menjadi satu-satunya jalur untuk menjangkau masyarakat.
Meski SK Penyuluh telah diterima sejak tahun 2020 dan sebelumnya bertugas di wilayah Toba, penugasan di Batu Bara menghadirkan tantangan tersendiri. Medan dakwah yang harus ditempuh melalui jalur air tidak menyurutkan semangat pengabdian. Perjalanan dengan sampan menjadi simbol komitmen dan keikhlasan dalam melayani umat.
Melalui program Suluh Laut, Kementerian Agama Kabupaten Batu Bara terus berkomitmen menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang inklusif dan merata untuk memberikan pemahaman yang benar tentang ajaran agama.
Kehadiran penyuluh agama hingga ke wilayah pesisir menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama memastikan bahwa pembinaan keagamaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali serta mengajak umat lebih dekat dengan Allah SWT (Tuhan Yang Maha Esa) serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan moderasi beragama.




