Uang tahun Sri Sultan HB X, 12 ribuan warga akan kirab dari Malioboro ke Kraton Yogyakarta
Raja Keraton Yogyakarta yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X akan berulang tahun pada tanggal 2 April 2026 yang ke-80 tahun.

Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.
Raja Keraton Yogyakarta yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X akan berulang tahun pada tanggal 2 April 2026 yang ke-80 tahun. Sri Sultan Hamengku Buwono X lahir pada tanggal 2 April 1946. Pada ulang tahunya yang ke-80 ini ribuan warga Yogyakarta akan berbondong-bondong datang ke Keraton dan bertemu dengan Sri Sultan HB X untuk mengucapkan selamat ulang tahun.
Ribuan warga dari unsur pamong kalurahan yang tergabung dalam Paguyuban Nayantaka serta unsur Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) se-DIY akan menggelar kirab budaya dari Malioboro menuju Keraton Yogyakarta. Jalan Malioboro akan ditutup total sejak pagi pukul 06.00 WIB karena digunakan warga berjalan kaki menuju Pagelaran Kraton Yogyakarta. Setiap Kalurahan akan membawa hasil bumi yang merupakan potensi dari masing-masing kalurahan seperti ketela, kelapa, durian dan lain sebagainya. Para Pamong akan mengenakan baju adat Yogyakarta sementara untuk masyarakat lain bisa mengenakan baju batik.
"Kami berharap bisa memberikan sumbangsih di usia Ngarso Dalem (Sri Sultan HB X) yang ke-80 ini, kami ingin memberikan semangat kepada beliau dan ucapkan terimakasih. Diperkirakan yang ikut nantinya sekitar 10-12 ribuan orang," ujar Ketua Umum Paguyuban Nayantaka DIY sekaligus Lurah Tamanmartani, Gandang Hardjanata, pada jumpa pers di Sekretariat Nayantaka DIY, Senin (30/03/2026).
Hasil bumi yang diserahkan ke Raja Kraton Yogyakarta tersebut nantinya akan diberikan kembali kepada warga yang membutuhkan melalui Bupati masing-masing. hal ini sebagai bentuk kegotongroyongan warga Yogyakarta. Masa yang mengikuti kirab ini berasal dari 392 kalurahan dan 45 Kelurahan se-Kota Yogyakarta.
Gandang menegaskan bahwa kegiatan kirab ini dilakukan tanpa ada paksaan dari manapun. Semua dilakukan sebagai rasa terimakasih karena pemerintah ditingkat kalurahan sudah lebih dihargai. Dan juga kalurahan telah diizinkan untuk menggunakan salah satu tanah milik kraton yang menjadi pendapatan asli daerah dari kalurahan dengan besaran mulai dari Rp 25 juta, Rp 100 juta hingga Rp 500 juta.
"Dari situ kami ingin menghaturkan terimakasih karena sebagian hasil dari tanah-tanah yang sudah dipercayakan ke pemerintah kelurahan untuk digarap. kita ucapkan terimakasih pada Kraton yang sudah mengapresiasi semangat kami," imbuhnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Selasa (31/3).
Dinas Perhubungan Lakukan Rekayasa Lalulintas
Sejumlah ruas jalan yang dilalui masa akan ditutup mulai Teteg Malioboro hingga menuju Kraton. Sirip-sirip di jalan Malioboro juga dilakukan penutupan karena akan banyak warga masyarakat yang berjalan untuk ke Kraton. Kemudian Jl Senopati ke Titik Nol dan Titik Nol ke barat sampai simpang PKU juga ditutup. Untuk kedatangan masa yang membawa kendaraan telah disipakan sebanyak 16 titik kantong parkir.
"Kami dari Pemda mensuport keinginan para Lurah untuk sowan Ngarso dalem, mengucapkan salam kepada Ngarso Dalem,"pungkas Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti.




