Wagub Jatim tegaskan NU konsisten bangun kesejahteraan selama seabad
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan Nahdlatul Ulama (NU) mampu menunjukkan konsistensi dan komitmen membangun kesejahteraan bagi masyarakat sepanjang satu abad perjalanan organisasi tersebut.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan Nahdlatul Ulama (NU) mampu menunjukkan konsistensi dan komitmen membangun kesejahteraan bagi masyarakat sepanjang satu abad perjalanan organisasi tersebut.
"Waktu 100 tahun itu panjang bagi sebuah organisasi dan tetap bisa eksis. Khidmat NU, baik di bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, ekonomi, dan kemasyarakatan sudah tidak perlu diragukan lagi," kata Emil di sela menghadiri Kick Off Satu Abad Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan di Universitas Islam Malang di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu.
Mengingat peran besar organisasi keagamaan itu, Emil menyebut bahwa NU bukan sebatas mitra strategis pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, tetapi menjadi bagian dari sejarah panjang perjalanan bangsa Indonesia.
Nahdlatul Ulama, lanjutnya, adalah bagian dari berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kemudian pilar penting dalam menjaga keberagaman melalui semangat toleransi.
"Sinergi ini telah berjalan baik dan luar biasa. Kami optimistis momen satu abad menjadi pijakan untuk kontribusi yang signifikan," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Emil mengapresiasi langkah seluruh Nahdliyin yang telah berhasil menggalang dana bantuan sebesar Rp3,87 miliar bagi korban bencana alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Seluruh tamu undangan diajak mendoakan Indonesia agar senantiasa diberikan keselamatan dan dijauhkan dari bencana.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz menyatakan peringatan satu abad NU ini dijadikan momentum memperkuat semangat memberikan dampak baik kepada masyarakat luas, sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh pendiri organisasi itu.
Menurutnya, setiap warga NU memang memiliki kewajiban membangun peradaban bangsa yang akan dinikmati oleh generasi selanjutnya.
"Ini bekal bagi kami menghadapi perjalan menuju abad kedua. Ada yang 100 tahun versi hijriah dan versi masehi ini tidak kalah penting," ucapnya.
Dia berharap momen satu abad mampu dijadikan wadah mempererat persatuan dan persaudaraan.
"Jadikan NU sebagai rumah besar," tutur Kiai Kikin, sapaan akrabnya.




