Top
Begin typing your search above and press return to search.

Warga di Tukka mempertahankan tradisi memasak lemang menjelang Lebaran

Warga Kecamatan Tukka, Kelurahan Pasar Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mempertahankan tradisi memasak lemang menjelang Lebaran di rumah mereka yang rusak diterjang banjir bandang pada November 2025.

Warga di Tukka mempertahankan tradisi memasak lemang menjelang Lebaran
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Warga Kecamatan Tukka, Kelurahan Pasar Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mempertahankan tradisi memasak lemang menjelang Lebaran di rumah mereka yang rusak diterjang banjir bandang pada November 2025.

Memasak lemang, makanan dari beras ketan dan santan yang dimasak di dalam bambu, adalah kebiasaan mereka setiap tahun. Meskipun sebenarnya lemang berasal dari Minang, makanan itu menjadi menu wajib bagi warga Tukka ketika perayaan Idul Fitri dan Tahun Baru.

Hari ini, saat ditemui ANTARA di Tukka, Jumat, Lismawarni Siagian sedang memasak lemang di atas sebidang tanah. Lismawarni, yang kini mengontrak rumah di desa tetangga, sengaja datang ke lokasi yang dulu menjadi rumahnya.

"Sengaja saya bakar lemang ini, di atas rumah saya yang terkubur. Karena memang setiap tahunnya, saya membuat lemang, ya, di sini,” kata Lismawarni.

Rumah Lismawarni terkubur lumpur setelah banjir bandang. Bangunan-bangunan lain di sekitarnya kini sudah rata dengan tanah.

Rumahnya tepat berada di pinggir jalan. Lumpur kini sudah kering dan memadat, bahkan tumpukan tanah yang menimbun rumahnya kini sudah bisa dilintasi kendaraan.

Memasak lemang menjadi salah satu cara dia membangkitkan kenangan indah sebelum hidupnya berubah akibat bencana.

Warga Tukka, kata Lismawarni, biasanya bergotong royong membuat lemang sebelum Idul Fitri.

Saat itu, warga sudah setengah jalan membakar bambu berisi lemang di atas api unggun.

Tidak jauh dari lokasi Lismawarni membakar lemang, Hotnida Simanjuntak dan keluarga juga sedang memasak lemang di halaman rumahnya yang hampir terkubur lumpur.

Deretan lemang yang dia jual tidak hanya untuk dimakan sendiri, tapi, juga untuk dijual. Hotnida mengaku tidak banyak orang yang memesan lemang, namun, hasil penjualan bisa membantu kebutuhan mereka sehari-hari.

Satu batang lemang di Tukka rata-rata dihargai Rp 40.000.

"Lemang ini tidak untuk kita saja, ada juga yang memang pesanan dari warga di sini. Tidak banyak memang, tapi ya alhamdulillah," ujar dia.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire