ASTI jaring talenta pesepakbola muda di Tegal
Seleksi Akademi Sarana Talenta Indonesia atau ASTI digelar di Kabupaten Tegal sebagai bagian dari program pembinaan dan beasiswa sepakbola nasional bagi pelajar SMP dan SMA.
Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.Seleksi Akademi Sarana Talenta Indonesia atau ASTI digelar di Kabupaten Tegal sebagai bagian dari program pembinaan dan beasiswa sepakbola nasional bagi pelajar SMP dan SMA. Kegiatan berlangsung pada Minggu, 11 Januari 2026, di Lapangan Karangcengis, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal.
Seleksi ini diikuti atlet muda kelahiran 2009 hingga 2014, dengan peserta datang tidak hanya dari wilayah Tegal dan sekitarnya, tetapi juga dari Bandung, Bogor, dan Jakarta. Kehadiran peserta lintas daerah menunjukkan tingginya minat terhadap program pembinaan sepakbola usia dini yang terstruktur.
CEO ASTI, Arif Budiyanto, menyampaikan bahwa ASTI hadir sebagai wadah pembinaan atlet muda yang menitikberatkan keseimbangan antara prestasi olahraga dan pendidikan formal. Menurutnya, pembinaan sejak usia sekolah menjadi kunci untuk mencetak pesepakbola berkarakter dan berdaya saing.
“ASTI hadir untuk menjembatani prestasi olahraga dan pendidikan. Kami ingin anak-anak bertalenta tetap mendapatkan pendidikan formal sambil dibina secara serius di sepakbola," ungkapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Senin (12/1).
Ketua ASTI, Ipda Bares Wijaya, menjelaskan proses seleksi dilakukan secara bertahap dan profesional. Penilaian meliputi kemampuan teknik dasar, kondisi fisik, serta pemahaman bermain dalam tim. Ia menegaskan bahwa pembinaan ASTI dirancang berjenjang agar perkembangan atlet dapat terpantau secara berkelanjutan.
“Kami menilai bukan hanya teknik bermain, tetapi juga fisik, disiplin, dan kemampuan bermain dalam tim. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa melihat asal daerah.” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Disporapar Kabupaten Tegal, Nurhakim, mengapresiasi pelaksanaan seleksi ASTI di wilayah Kabupaten Tegal. Ia menilai program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pembinaan olahraga prestasi dan membuka akses bagi atlet muda daerah untuk berkembang di tingkat nasional.
“Kami mengapresiasi ASTI yang telah memilih Kabupaten Tegal sebagai lokasi seleksi. Ini sejalan dengan program pembinaan olahraga prestasi daerah dan membuka peluang bagi atlet muda Tegal untuk berkembang ke tingkat nasional.” katanya.
Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti program pembinaan terpadu, meliputi latihan rutin, pendampingan pelatih, serta dukungan pendidikan melalui skema beasiswa. Diharapkan, melalui program ini, lahir talenta-talenta sepakbola muda yang mampu mengharumkan nama daerah dan berkontribusi bagi kemajuan sepakbola Indonesia.




