Vickery potensial tapi tetap harus bersaing jika ingin masuk timnas

Pesepak bola Timnas Australia Luke Anthony Vickery (tengah) berselebrasi usai membobol gawang Timnas Vietnam pada pertandingan babak penyisihan Grup B Piala ASEAN U-19 Boys Championship atau AFF U-19 di Stadion Gelora Gelora 10 November, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (21/7/2024). ANTARA FOTO/MOCH ASIM
Pesepak bola Timnas Australia Luke Anthony Vickery (tengah) berselebrasi usai membobol gawang Timnas Vietnam pada pertandingan babak penyisihan Grup B Piala ASEAN U-19 Boys Championship atau AFF U-19 di Stadion Gelora Gelora 10 November, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (21/7/2024). ANTARA FOTO/MOCH ASIM
Pengamat sepak bola Indonesia Mohamad Kusnaeni menilai bahwa pemain klub Liga Australia Macarthur FC, Luke Vickery, memiliki potensi yang bagus, namun ia tetap harus bersaing keras jika ingin masuk timnas Indonesia.
“Vickery ini pemain potensial. Usianya masih muda dan dia punya kecepatan serta skill bermain yang bagus,” kata Kusnaeni ketika dihubungi di Jakarta, Rabu.
“Bukti bahwa dia pemain potensial tercermin dari panggilan timnas Australia U19 untuknya. Ini menunjukkan bahwa bakatnya sudah dipantau secara serius oleh negeri tetangga kita.” lanjutnya.
Meski demikian, Kusnaeni mengingatkan bahwa Vickery belum memperlihatkan sebaik apa kualitas dirinya. Sebab pemain 20 tahun itu masih berada di fase awal karir profesionalnya. Kusnaeni meyakini kehadiran Vickery di timnas Indonesia akan menguntungkan bagi tim Garuda. Sebab gaya bermain timnas Indonesia yang cenderung menggunakan pola 3-4-3 atau 4-3-3 memerlukan karakter pemain depan seperti Vickery.
“Namun tidak otomatis Vickery akan langsung mendapat kepercayaan. Sebab di posisi dia saat ini ada beberapa pemain yang tak kalah bagus, seperti Miliano Jonathans, Eliano (Reijnders), atau bahkan Yakub Sayuri. Kita juga masih punya nama-nama lain seperti Beckham (Putra), Egy (Maulana Vikri), dan Witan (Sulaeman),” tutur Kusnaeni.
Dengan perkembangan yang ada, Kusnaeni menilai PSSI perlu terus memantau dan membangun komunikasi dengan Vickery. Pemain tersebut perlu merasa diperhatikan, sehingga tertantang untuk terus memperlihatkan kemampuan dan kualitas dirinya.
“Ada banyak pemain diaspora berbakat seusia dengan Vickery. Tugas PSSI melalui Badan Tim Nasional (BTN) adalah terus memantau perkembangan mereka sekaligus merawat komunikasinya,” ujar Kusnaeni.
“Sehingga, jika suatu saat dibutuhkan, kita tidak kesulitan mendapatkan tambahan pemain berkualitas. Naturalisasi kan bukan semata soal kemampuan pemain, tapi juga mempertimbangkan kebutuhan tim nasional itu sendiri,” pungkasnya.
Nama Vickery belakangan ramai diperbincangkan sebagai salah satu pemain diaspora yang memiliki darah Indonesia dari nenek dari pihak ibu. Staf khusus Menteri Hukum Noor Korompot melalui akun Instagramnya pada Rabu (25/3) mengatakan bahwa Vickery merupakan salah satu pemain incaran pelatih timnas Indonesia John Herdman untuk dinaturalisasi.
Mengacu kepada laman transfermarkt, Vickery merupakan pemain sayap kanan yang saat ini berseragam Macarthur FC. Pada musim ini, Vickery telah mencetak empat gol dan satu assist di Liga Australia. Di Liga Australia 2025/2026, ia telah 13 kali bermain sebagai pemain inti dari 22 pertandingan yang telah dimainkan klub tersebut. Jumlah itu meningkat dibanding musim lalu, yakni satu kali menjadi pemain inti dari 11 penampilan untuk klub di liga.




