Efek pertemuan Prabowo-Macron, 20 pemain Timnas Putri U-17 dikirim ke Prancis
Implementasi kerja sama Presiden Prabowo dan Emmanuel Macron, PSSI kirim 20 talenta muda putri untuk jalani kamp latihan dan uji coba di Clairefontaine, Prancis.

Foto: M Irza Farel/Elshinta
Foto: M Irza Farel/Elshinta
Kerja sama strategis antara Indonesia dan Prancis di sektor olahraga mulai membuahkan hasil konkret. PSSI secara resmi menjalin kolaborasi dengan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) untuk mengirim 20 pemain Timnas Indonesia Putri U-17 guna menjalani pemusatan latihan di Prancis.
Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan tindak lanjut langsung dari kesepakatan antara Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, untuk mempererat hubungan bilateral.
“Sepak bola menjadi prioritas utama dalam kerja sama ini. Kami ingin membangun proyek konkret bersama Indonesia, khususnya dalam pengembangan pemain muda,” ujar Penone di acara kolaborasi dengan PSSI di kantor Institut Français, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Melalui program ini, Prancis berkomitmen membantu pembinaan usia muda agar para pemain nasional memiliki wawasan internasional yang luas.
“Melalui program ini, kami berharap para pemain dapat memahami lingkungan sepak bola internasional serta membangun jaringan dengan pemain dan federasi dari Prancis,” tambahnya.
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Vivin Cahyani, menjelaskan bahwa para pemain dijadwalkan berangkat pada 3-9 Mei 2026. Sebanyak 20 pemain terpilih akan mengikuti program intensif di Clairefontaine, pusat pelatihan sepak bola paling prestisius di Prancis Utara.
Selama satu pekan, para pemain tidak hanya sekadar berlatih, tetapi juga akan melakoni laga uji coba untuk mengukur kemampuan mereka.
"Mereka akan berlatih enam kali dan uji coba satu kali. Uji cobanya dengan tim akademi yang di sana, yang nanti dari pihak Prancis yang akan menunjuk siapa yang akan menjadi lawan tanding di friendly match itu," kata Vivin.
Program ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi kebangkitan sepak bola putri Indonesia melalui kurikulum kepelatihan standar Eropa yang diterapkan langsung di markas tim nasional Prancis tersebut.
M Irza Farel/Rama




