Kim/Seo tutup All England 2026 dengan gelar back-to-back

Pebulu tangkis ganda putra Korea Selatan Kim Won Ho (kanan) dan Seo Seung Jae (kiri) melambaikan tangan ke arah penonton usai mengalahkan ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Reza Pahlevi Isfahani pada babak final Kapal Api Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (8/6/2025). Ganda putra Korsel tersebut meraih juara setelah menang atas Sabar/Reza dengan skor 18-21, 21-19, 21-12. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/app/YU (ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA)
Pebulu tangkis ganda putra Korea Selatan Kim Won Ho (kanan) dan Seo Seung Jae (kiri) melambaikan tangan ke arah penonton usai mengalahkan ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Reza Pahlevi Isfahani pada babak final Kapal Api Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (8/6/2025). Ganda putra Korsel tersebut meraih juara setelah menang atas Sabar/Reza dengan skor 18-21, 21-19, 21-12. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/app/YU (ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA)
Ganda putra Korea Selatan Kim Won-ho/Seo Seung-jae menutup rangkaian final All England Open 2026 dengan mempertahankan gelar juara setelah mengalahkan wakil Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Dalam pertandingan terakhir turnamen yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Minggu waktu setempat, Kim/Seo menang 18-21, 21-12, 21-19.
Kemenangan tersebut menjadikan Kim/Seo sebagai satu-satunya peserta yang mempertahankan gelar pada edisi 2026 dan dua kali memenangkan (back-to-back) turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu.
Hasil ini juga menggagalkan upaya Malaysia mengakhiri puasa gelar All England yang sudah berlangsung hampir dua dekade. Malaysia terakhir kali menjuarai turnamen itu pada 2007 melalui pasangan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong.
Pada gim pertama, Chia/Soh tampil menekan sejak awal dengan mengandalkan permainan cepat untuk memaksa Kim/Seo berada dalam posisi bertahan. Strategi tersebut membawa Malaysia memimpin 6-2. Kim/Seo sempat bangkit dan menyamakan 6-6, namun Chia/Soh kembali menemukan ritme permainan dan unggul 11-9 saat interval.
Selepas jeda, pasangan Malaysia semakin percaya diri dengan serangan bertubi-tubi hingga memperlebar keunggulan menjadi 16-10. Meski Kim/Seo menyamakan skor 17-17, Chia/Soh tetap mengunci gim pertama dengan 21-18.
Kim/Seo langsung meningkatkan tempo permainan pada gim kedua. Setelah imbang pada awal laga, pasangan Korea Selatan mulai menguasai jalannya pertandingan dan memimpin 11-5 saat interval. Dominasi mereka berlanjut selepas jeda. Pertahanan rapat yang dikombinasikan dengan serangan cepat membuat Kim/Seo menjauh hingga 16-7 sebelum memaksa laga berlanjut ke gim penentuan setelah menang 21-12.
Pada gim ketiga, Chia/Soh kembali tampil agresif dan sempat memimpin 6-3 melalui permainan cepat di depan net. Mereka mempertahankan keunggulan hingga interval dengan skor 11-7. Namun Kim/Seo perlahan bangkit dengan meningkatkan tekanan pada reli-reli panjang. Pasangan Korea Selatan itu menyamakan 13-13 dan kemudian 16-16.
Momentum kemudian berpihak kepada Kim/Seo yang menjauh 18-16. Chia/Soh masih memberi perlawanan dan memperkecil selisih menjadi 19-20, tetapi pukulan lurus Kim akhirnya memastikan kemenangan pasangan Korea Selatan dengan skor 21-19.
Dengan hasil tersebut, All England 2026 ditutup dengan lima juara dari tiga negara berbeda. Taiwan membawa pulang dua gelar melalui Lin Chun-yi (tunggal putra) serta Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan (ganda campuran), sementara China melalui Liu Sheng Shu/Tan Ning menjuarai ganda putri dan Wang Zhiyi di sektor tunggal putri.




