Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pelatih baru John Herdman dinilai tepat lanjutkan fondasi Timnas Indonesia

Pelatih baru John Herdman dinilai tepat lanjutkan fondasi Timnas Indonesia
X

Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, diperkenalkan PSSI kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (13/1/2026)

Forum Suporter Indonesia (FSI) menilai penunjukan John Herdman sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia merupakan langkah strategis PSSI untuk melanjutkan fondasi pembangunan sepak bola nasional yang berkelanjutan.

Ketua FSI Richard Ahmad Supriyanto mengatakan, pilihan terhadap Herdman tidak mengejutkan bagi kalangan suporter. Menurutnya, PSSI masih konsisten menggunakan pelatih asing berpengalaman internasional, namun dengan pendekatan yang lebih sistemik dan jangka panjang.

“Kami melihat ini bukan keputusan instan. John Herdman punya rekam jejak membawa Kanada lolos Piala Dunia, dan itu menjadi modal penting untuk membangun timnas secara berkelanjutan,” ujar Richard dalam wawancara Radio Elshinta edisi siang, Selasa (13/1/2026).

Richard menilai, kesediaan Herdman tinggal di Indonesia bersama keluarga menunjukkan komitmen kuat untuk memahami kultur sepak bola nasional secara menyeluruh. Faktor tersebut dianggap membedakan Herdman dari sejumlah pelatih asing sebelumnya.

“Komitmen tinggal di Indonesia itu penting. Artinya dia tidak hanya datang saat pertandingan, tapi benar-benar ingin mengenal kompetisi, pemain lokal, dan karakter sepak bola kita,” katanya kepada News Anchor Telni Rusmitantri.

FSI juga menyoroti mandat Herdman yang tidak hanya menangani timnas senior, tetapi juga kelompok usia U-20 dan U-23. Hal itu dinilai sejalan dengan kebutuhan pembinaan berjenjang dan kesinambungan antargenerasi pemain.

“Kalau satu pelatih menangani lintas usia, filosofi bermain bisa konsisten. Ini yang selama ini kita harapkan,” ujar Richard.

Terkait perbandingan dengan pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong, Richard mengakui publik masih memiliki kedekatan emosional. Namun, ia melihat adanya kemiripan pendekatan antara keduanya, terutama dalam hal disiplin, fisik, dan struktur permainan.

“Secara filosofi ada kemiripan, termasuk formasi dan cara membangun tim. Ini bisa membantu proses transisi agar publik lebih menerima,” ucapnya.

Dalam wawancara tersebut, Richard juga menegaskan harapan suporter agar PSSI tidak kembali membuka gelombang naturalisasi baru. Menurutnya, pemain diaspora yang sudah ada perlu dimaksimalkan, sementara pembinaan pemain lokal harus menjadi prioritas utama.

“Kami berharap fokusnya ke pemain lokal. Diaspora yang ada sudah cukup, tinggal bagaimana pelatih bisa mengoptimalkan dan mengorbitkan talenta muda dari daerah,” kata Richard.

Menutup pernyataannya, Richard mengajak publik dan suporter untuk memberi ruang bagi Herdman bekerja, sembari tetap kritis terhadap realisasi janji-janji yang disampaikan.

“Suporter siap mendukung, tapi tentu dengan catatan. Janji harus dibuktikan lewat kerja nyata dan progres tim di lapangan,” pungkasnya.

Penulis: Dedy Ramadhany/Ter

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire