Pelatih Dewa United optimistis raih juara IBL All Indonesian 2025

Pebasket Dewa United Banten Radithyo Wibowo (kiri) berusaha menghadang pebasket Hangtuah Jakarta Januar Kuntara (kanan) pada pertandingan babak playoff Indonesia Basketball League (IBL) 2025 di Dewa United Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (5/7/2025). Dewa United Banten kalah dari Hangtuah Jakarta dengan skor 76-77. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.
Pebasket Dewa United Banten Radithyo Wibowo (kiri) berusaha menghadang pebasket Hangtuah Jakarta Januar Kuntara (kanan) pada pertandingan babak playoff Indonesia Basketball League (IBL) 2025 di Dewa United Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (5/7/2025). Dewa United Banten kalah dari Hangtuah Jakarta dengan skor 76-77. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.
Pelatih Dewa United Banten Ramiro Cuello masih optimistis timnya mampu menjuarai Indonesian Basketball League (IBL) All Indonesian 2025 meski menelan kekalahan pada pertandingan pertama final dalam format best of three melawan Satria Muda Pertamina Bandung.
Menurut dia, kekalahan 67-76 di GOR Manahan, Solo, Kamis (28/8), terjadi lewat pertandingan ketat dan saling mengungguli, sehingga peluang menang pada laga final kedua masih terbuka lebar.
"Kami sempat main bagus di babak pertama (dua kuarter awal), bahkan awal babak kedua juga baik, setelah itu memang Satria Muda menunjukkan pertahanan yang sangat kuat dan bisa mencetak angka 15-0 sehingga membuat pertandingan berubah arah," kata Ramiro dalam laman klub yang dikutip di Jakarta, Jumat.
Dia menjelaskan, Radithyo Wibowo dan kawan-kawan mampu mendominasi laga dalam pertandingan tersebut. Artinya, kemampuan para pemain muda yang berkolaborasi dengan sejumlah pebasket berpengalaman seperti Dio Tirta Saputra, bisa merepotkan lawan.
"Semangat pemain tetap luar biasa, mereka terus berjuang sampai akhir," ujar pelatih asing itu.
Ramiro menyatakan, tim sudah mengevaluasi sejumlah kekurangan dan terus bersiap untuk menghadapi laga kedua pada Sabtu (30/8). Pada kuarter pembuka pertandingan pertama final, kedua tim saling membombardir pertahanan lawan, sehingga laga berjalan ketat. Terbukti, perolehan angka keduanya imbang alias 17-17.
Saat kuarter kedua, tensi permainan juga tidak berkurang. Namun giliran Anak Dewa yang sedikit mendominasi karena mereka bisa unggul dengan mencetak 21 angka dan SM 16 poin, sehingga skor kuarter kedua tercatat 38-33.
Usia halftime, giliran skuad asuhan Youbel Sondakh yang mengambil alih permainan. Tercatat, di sisa 4,5 menit laga, Widyanta Putra Teja, Yudha Saputera, dan Avan Seputra bergantian melesakkan bola ke keranjang lawan, sehingga berhasil berbalik menyamakan kedudukan menjadi 50-50.
Momentum itu terus dipertahankan pada kuarter terakhir atau keempat. Step back jump shot darj Widy, serta driving lay-up dan tembakan tiga angka dari Yudha, berhasil membalikkan keunggulan, sehingga Satria Muda pada akhirnya berhasil menang 76-67.
Hasil laga itu membuat SM unggul sementara melawan Dewa United dengan rekor pertandingan 1-0 (menang-kalah) dalam format best of three. Pertandingan kedua final IBL All Indonesian 2025 tetap diselenggarakan di GOR Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (30/8).
SM berambisi menutup tahun 2025 dengan satu gelar lewat turnamen khusus pemain lokal tersebut setelah hanya mencapai empat besar dalam IBL 2025. Sementara Dewa United, berupaya mengawinkan gelar juara IBL 2025 dengan titel dari turnamen itu.