Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pensiun dari sepakbola, Greg terjun di dunia Padel

Pensiun dari sepakbola, Greg terjun di dunia Padel
X

Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai penyerang lincah Tim Nasional Indonesia, Greg Nwokolo kini menapaki babak baru dalam hidupnya. Bukan lagi di lapangan hijau, melainkan di lapangan padel, olahraga raket yang tengah berkembang pesat di Tanah Air.

Bagi Greg, padel bukan sekadar tren musiman. Ia justru melihat olahraga ini sebagai jawaban atas kebutuhannya pasca pensiun dari sepak bola profesional baik untuk menjaga kebugaran, mental, hingga membangun komunitas olahraga yang inklusif.

“Buat aku, ini bukan FOMO. Aku benar-benar suka padel. Sejak berhenti main bola, aku cari olahraga yang bikin aku tetap fit, mood stabil, dan ternyata padel jawabannya,” ujar Greg.

Ketertarikan itu kemudian berkembang menjadi langkah serius. Bersama rekannya yaitu Farhat Brachma yang juga owner Simba Padel, Greg membangun fasilitas padel di kawasan Ciputat, berangkat dari lahan kosong milik rekannya. Ide sederhananya menciptakan tempat olahraga yang ramah, terjangkau, dan bisa dinikmati semua kalangan.

“Kita nggak mau cari untung besar. Harganya kita bikin realistis, supaya siapa pun bisa main. Tujuan utamanya jaga kebugaran dan bangun komunitas padel yang sehat,” jelasnya.

Padel kerap dianggap sebagai olahraga tren sesaat di Indonesia. Namun Greg menepis anggapan tersebut. Ia mencontohkan negara - negara seperti Spanyol dan Argentina yang sudah memainkan padel sejak era 1990-an.

“Di luar negeri, padel sudah lama. Di sini baru mulai, jadi wajar ada pro dan kontra. Tapi kalau dijaga dengan benar, ini bisa jadi olahraga jangka panjang,” kata Greg.

Di fasilitasnya, bukan hanya tersedia sewa lapangan, tetapi juga akademi padel, program junior development, hingga open play konsep bermain bersama tanpa harus datang dengan teman sendiri. Menurut Greg, sistem ini penting agar siapa pun bisa mulai tanpa hambatan.

“Kadang orang mau main tapi nggak punya partner. Di open play, tinggal daftar, nanti kita carikan. Lebih murah dan lebih sosial,” tambahnya.

Meski kini fokus sebagai pengembang komunitas, darah kompetitif Greg belum sepenuhnya padam. Ia mengaku berlatih padel tiga hingga empat kali seminggu, bahkan masih menjalani coaching intensif.

“Kalau ikut turnamen, aku maunya yang serius. Bukan sekadar selebriti. Kalau bisa juara, ya kenapa nggak?” ucapnya sambil tersenyum.

Bahkan, Greg tak menutup kemungkinan suatu hari tampil di level profesional. “You never know. Kalau tiba-tiba lihat aku jadi pemain padel profesional, jangan kaget,” ujarnya.

Pelatihnya pun mengakui keunggulan fisik Greg yang terbentuk dari karier panjang di sepak bola. Dengan stamina, footwork, dan disiplin latihan yang kuat, Greg disebut hanya perlu penyempurnaan teknik.

Tak berhenti di Ciputat, Greg dan tim tengah mempersiapkan pembukaan fasilitas padel baru di Cimangis, yang ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu dekat. Namun, ekspansi bukan tujuan utama.

“Kita nggak mau sekadar bikin banyak tempat. Yang penting kualitas dijaga dan kita bisa berkontribusi buat perkembangan padel Indonesia,” tegasnya.

Bagi Greg Nwokolo, pensiun dari sepak bola bukan akhir perjalanan olahraga. Justru, lewat padel, ia menemukan panggung baru bukan hanya sebagai pemain, tetapi sebagai penggerak gaya hidup sehat dan komunitas olahraga masa depan. (Irza Farel)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire