Promotor pantau latihan atlet jelang AMPRO Fight 2026
Promotor Victoria hadir langsung dalam sesi latihan atlet AMPRO Fight 2026 di Hambalang untuk memastikan kesiapan fisik dan profesionalisme jelang pertandingan.

Elshinta/ Farens Excel
Elshinta/ Farens Excel
Kabupaten Bogor – Sejumlah atlet petinju yang akan tampil dalam Victoria AMPRO Fight 2026 menjalani sesi latihan di Garuda Yaksa, Kompleks Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Latihan tersebut dihadiri langsung oleh promotor Victoria sebagai bagian dari persiapan akhir menuju ajang tinju nasional tersebut.
Victoria mengatakan kehadirannya di lokasi latihan merupakan bentuk tanggung jawab promotor untuk memastikan kesiapan para atlet yang akan bertanding.
“Sebagai promotor, saya bertanggung jawab menghadirkan pertandingan yang terbaik. Karena itu saya ingin melihat langsung kesiapan para petinju,” ujar Victoria saat meninjau sesi latihan, Jumat (30/1/2026).
Ia menilai kondisi atlet saat ini berada dalam tahap yang cukup baik. Penilaian tersebut didasarkan pada kesiapan fisik, intensitas latihan, serta semangat bertanding para atlet. Victoria juga menekankan pentingnya profesionalisme menjelang pertandingan.
“Dari latihan dan semangatnya, saya melihat kesiapan mereka cukup baik. Atlet yang akan bertanding harus menjaga profesionalisme, ketenangan, serta kondisi tubuh agar tetap sehat,” katanya.
Manajer atlet, Festus, menyampaikan bahwa secara teknis para atlet yang didampinginya telah siap menghadapi pertandingan. Latihan berjalan sesuai dengan program yang telah disusun. Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung sportivitas di atas ring.
“Secara teknis atlet sudah siap. Secara profesional, mereka harus bertanding secara sportif dan tidak melakukan pelanggaran,” ujar Festus.
Menurut Festus, kehadiran promotor di tengah sesi latihan memberikan dampak positif bagi para atlet. Hal tersebut dinilai mampu meningkatkan motivasi menjelang pertandingan.
“Kehadiran promotor saat latihan membuat atlet lebih bersemangat menghadapi laga ke depan,” tambahnya.
Pelatih petinju Garuda Yaksa, Errol Van Room, menilai kehadiran promotor di sesi latihan merupakan hal yang jarang terjadi dan patut diapresiasi. Ia menyebut hal tersebut memberikan dorongan moral bagi para atlet.
“Jarang promotor turun langsung melihat atlet latihan. Ini menjadi motivasi besar bagi mereka,” kata Errol.
Errol menjelaskan dua petinju Garuda Yaksa yang akan tampil masih berstatus pemula sehingga membutuhkan jam terbang lebih banyak. Meski demikian, ia menilai kesiapan atlet sejauh ini cukup baik. Fokus latihan saat ini diarahkan pada teknik dan sparring.
“Mereka petinju pemula, jadi perlu banyak pertandingan untuk menambah pengalaman. Fokus latihan benar-benar kami arahkan ke teknik dan sparring,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga berat badan dan pola istirahat. Menurut Errol, kondisi fisik menjadi indikator utama kesiapan atlet karena berisiko tinggi jika tidak terjaga dengan baik.
“Kalau fisik tidak siap, itu bisa sangat berbahaya saat bertanding di atas ring,” katanya.
Salah satu petinju pemula, Tinus Logo asal Wamena, mengaku terus mempersiapkan kondisi mental dan fisiknya sejak tahun lalu. Ia menyebut tantangan terbesar jelang pertandingan adalah menjaga berat badan.
“Untuk mental kami sudah berlatih sejak tahun kemarin dan cukup siap. Atlet itu bukan takut lawan, tapi takut berat badan,” ujarnya.
Petinju lainnya, Xaverius Sangra, putra daerah Merauke, mengatakan fokus latihannya diarahkan pada peningkatan power. Ia dijadwalkan tampil dalam laga empat ronde pada pertandingan mendatang.
“Latihan saya fokus ke power,” katanya.
Victoria AMPRO Fight 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13 Februari 2026 dan akan disiarkan melalui TVRI. Ajang ini dirancang sebagai kompetisi berjenjang bagi petinju amatir dan profesional nasional.
Dalam satu gelaran, Victoria AMPRO Fight 2026 mempertandingkan delapan partai, terdiri atas lima partai profesional dan tiga partai amatir hasil seleksi. Partai profesional digelar dengan format empat hingga sepuluh ronde dan memperebutkan enam sabuk emas nasional yang diikuti oleh 12 petinju dari berbagai daerah di Indonesia.
Kejuaraan ini diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus peningkatan jam terbang atlet, serta membuka jalur berkelanjutan bagi petinju menuju level profesional melalui sistem kompetisi yang terstruktur dan berjenjang. (Farens Excel)




