Top
Begin typing your search above and press return to search.

Profil & prediksi peraih juara Winter Olympics Women's single skating

Simak profil & prediksi peraih juara Winter Olympics Women's single skating 2026. Analisis peluang Kaori Sakamoto, Alysa Liu, dan bintang baru di Milan Cortina.

Profil & prediksi peraih juara Winter Olympics Womens single skating
X

Simak profil & prediksi peraih juara Winter Olympics Women's single skating 2026. Analisis peluang Kaori Sakamoto, Alysa Liu, dan bintang baru di Milan Cortina.

Gelaran Olimpiade Musim Dingin atau Winter Olympics selalu menjadi panggung megah layaknya keajaiban di atas es. Salah satu highlight besarnya ada pada nomor tunggal putri. Sekarang, di edisi Milan Cortina 2026, antusiasme tertuju pada perempuan hebat yang siap memperebutkan medali emas. Berikut ini profil serta prediksi siapakan yang akan jadi peraih juara Winter Olympics Women's single skating, hingga potensi kejutan yang mungkin terjadi di arena kompetisi.

Peta persaingan tunggal putri di Olimpiade Musim Dingin 2026

Persaingan di nomor women's single skating tahun ini diprediksi akan menjadi salah satu yang paling ketat dalam satu dekade terakhir.

Fokus utama para pengamat olahraga tertuju pada dominasi berkelanjutan dari Jepang dan kebangkitan kembali kekuatan Amerika Serikat.

Sejak dimulainya Olimpiade ini, standar teknis seperti lompatan triple axel dan kombinasi tingkat tinggi telah menjadi syarat minimum untuk bisa berdiri di podium tertinggi.

Di sisi lain, kehadiran atlet netral dan munculnya bakat-bakat muda dari Korea Selatan menambah kompleksitas prediksi juara.

Kekuatan mental di bawah tekanan atmosfer Olimpiade yang intens akan menjadi faktor pembeda bagi para skater ini saat mereka melakukan program pendek (short program) maupun program bebas (free skate).

Profil kandidat kuat peraih medali emas

Berdasarkan data performa di Kejuaraan Dunia dan seri Grand Prix terakhir, beberapa nama berikut menempati posisi teratas dalam daftar unggulan:

1. Kaori Sakamoto (Jepang)

Kaori Sakamoto datang ke Milan Cortina 2026 dengan status sebagai favorit utama. Sebagai peraih medali perunggu pada edisi 2022 dan juara dunia tiga kali berturut-turut (2022–2024) dan meraih medali perunggu di Olimpiade 2022.

Sakamoto memiliki keunggulan pada aspek skating skills yang sangat kuat dan stabilitas lompatan yang luar biasa. Ia dikenal karena kecepatan luncurannya yang mampu menutupi seluruh area es dengan tenaga yang konsisten.

Prestasinya di musim kompetisi 2025-2026 termasuk menjadi pemimpin skor pada program bebas di team event Olimpiade, menunjukkan kesiapan untuk bersaing memperebutkan medali utama.

2. Alysa Liu (Amerika Serikat)

Alysa Liu adalah skater dari Amerika Serikat yang kembali mengejutkan dunia dengan gelar juara dunia pada 2025, menjadi wanita AS pertama yang meraih gelar tersebut dalam 19 tahun.

Setelah sempat memutuskan pensiun dan kemudian kembali ke arena kompetisi, Alysa Liu membuktikan bahwa dirinya masih menjadi ancaman serius bagi dominasi Asia.

Keberhasilannya meraih gelar juara dunia 2025 menjadi bukti bahwa ia telah menemukan kembali sentuhan emasnya. Liu memiliki paket lengkap antara kemampuan teknis yang mumpuni dan interpretasi artistik yang semakin matang.

3. Ami Nakai (Jepang)

Sebagai bintang muda yang berusia 17 tahun, Ami Nakai sedang naik daun. Ia menjadi representasi dari generasi baru figure skating. Dengan teknik yang presisi, Nakai kerap memberikan kejutan dengan skor teknis yang tinggi.

Ami Nakai membuat kejutan besar di awal kompetisi short program Olimpiade 2026 dengan mencatat skor tertinggi, termasuk elemen triple axel.

Pada sesi program pendek di Olimpiade kali ini, ia bahkan sempat memimpin klasemen sementara, membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pelapis bagi Sakamoto.

Prediksi peraih juara 2026 Winter Olympics women's single skating

Jika melihat konsistensi selama dua tahun terakhir, prediksi peraih juara cenderung mengarah pada Kaori Sakamoto. Pengalamannya di level tertinggi memberikan keunggulan secara psikologis yang tidak dimiliki atlet muda lainnya.

Namun, celah bagi Alysa Liu untuk mencuri posisi pertama sangat terbuka lebar jika ia mampu mengeksekusi program bebasnya tanpa kesalahan fatal.

Selain kedua nama besar tersebut, beberapa atlet berikut patut diwaspadai sebagai kuda hitam:

  • Mone Chiba (Jepang): Memiliki keunggulan dalam presisi teknis dan sering meraih nilai tinggi pada komponen program.
  • Adeliia Petrosian (individual neutral athlete): Meskipun berkompetisi secara independen, kemampuannya melakukan lompatan sulit secara konsisten menjadikannya ancaman nyata di papan atas.
  • Amber Glenn (Amerika Serikat): Dikenal memiliki kekuatan fisik yang besar dan kemampuan melakukan elemen teknis yang berisiko tinggi.

Indikator penentu kemenangan di Milan Cortina

Kemenangan di nomor tunggal putri tidak hanya ditentukan oleh siapa yang bisa melompat paling tinggi, tetapi juga oleh akumulasi dua skor utama:

  • Technical Element Score (TES): Nilai dari tingkat kesulitan dan kualitas eksekusi lompatan, putaran (spins), serta langkah kaki (footwork).
  • Program Component Score (PCS): Nilai yang mencakup komposisi, presentasi, dan kemampuan skating secara keseluruhan.

Konsistensi di kedua aspek ini akan menjadi kunci. Di atas kertas, atlet asal Jepang memiliki keunggulan pada aspek TES, sementara atlet Amerika Serikat dan Eropa terus mengejar dari sisi PCS.

Bagi yang ingin terus memantau perkembangan terbaru dan hasil pertandingan secara langsung, pastikan untuk mengikuti kanal resmi Olimpiade.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire