Lapar saat hujan? ternyata ini alasannya secara ilmiah
Lapar saat hujan wajar! Ternyata ada penjelasan ilmiah di balik craving makanan saat hujan, mulai dari suhu dingin, serotonin, hingga aroma tanah segar.

Lapar saat hujan? ternyata ini alasannya secara ilmiah (Sumber:Istimewa)
Lapar saat hujan? ternyata ini alasannya secara ilmiah (Sumber:Istimewa)
Lapar saat hujan adalah fenomena yang dialami banyak orang di seluruh dunia. Tiba-tiba perut keroncongan dan muncul keinginan untuk ngemil, meski sebelumnya kita tidak merasa lapar. Fenomena ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang cukup menarik, melibatkan kombinasi faktor fisik, hormon, dan psikologi.
Dengan memahami alasannya, bisa lebih bijak dalam mengatur pola makan dan menjaga tubuh tetap sehat dengan mengkonsumsi yang kaya akan serat serta bervitamin pada saat hujan.
Suhu dingin dan kebutuhan energi tubuh
Salah satu alasan utama lapar saat hujan adalah perubahan suhu. Saat hujan, suhu udara biasanya menurun dan tubuh harus bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat.
Proses ini dikenal sebagai thermogenesis, yaitu proses pembakaran energi untuk menghasilkan panas tubuh. Energi yang terbakar inilah yang kemudian memicu rasa lapar. Tubuh mengirim sinyal ke otak agar kita menambah asupan makanan sebagai sumber energi tambahan.
Itulah mengapa banyak orang lebih memilih makanan hangat atau berkuah saat hujan, seperti sup, mi rebus, coklat panas, atau roti panggang. Makanan ini tidak hanya memberi energi, tetapi juga rasa nyaman yang menyenangkan di cuaca dingin.
Kurangnya cahaya matahari
Selain suhu, hujan juga membuat langit mendung dan cahaya matahari berkurang. Kurangnya cahaya ini dapat mempengaruhi hormon serotonin, hormon yang berperan penting menjaga mood tetap baik dan membuat tubuh merasa bahagia.
Ketika kadar serotonin menurun, tubuh sering mencari “pengganti kebahagiaan” dalam bentuk makanan tinggi gula atau lemak. Fenomena ini dikenal sebagai emotional eating, yaitu kebiasaan makan sebagai cara tubuh menghadapi perubahan suasana hati.
Inilah alasan mengapa craving saat hujan biasanya muncul ke makanan manis atau berlemak, seperti cokelat, gorengan, atau kue.
Aktivitas menurun dan lapar psikologis
Hujan sering membuat kita cenderung berkurang aktivitas fisik. Banyak orang memilih rebahan di rumah, menonton TV, atau scrolling media sosial. Kurangnya gerak ini dapat memicu rasa lapar meski tubuh sebenarnya tidak membutuhkan energi tambahan.
Fenomena ini disebut lapar psikologis, dimana otak mencari stimulasi dan salah satunya adalah makanan. Jadi bukan tubuh yang benar-benar butuh makan, tapi kebosanan atau kurang aktivitas yang memicu craving. Sehingga dengan memakan atau minuman membuat tubuh merasa aman dan nyaman.
Aroma tanah setelah hujan mempengaruhi nafsu makan
Selain faktor fisik dan hormon, ada faktor unik lain: aroma tanah segar setelah hujan, yang dikenal sebagai petrichor, juga dapat mempengaruhi mood dan nafsu makan.
Bau tanah ini memberi rasa nyaman dan menenangkan, yang kadang memicu keinginan untuk makan. Aroma hujan biasanya diasosiasikan dengan pengalaman hangat, seperti minum coklat panas atau menikmati cemilan hangat, sehingga menambah keinginan makan.
Tips mengatasi lapar saat hujan
Walaupun lapar saat hujan wajar, kita tetap bisa mengontrol asupan makanan agar tidak berlebihan. Berikut tipsnya antara lain:
1. Minum air hangat untuk mengurangi rasa lapar palsu
2. Pilih camilan sehat, seperti buah, yoghurt, atau kacang-kacangan
3. Tetap aktif di rumah, misal stretching atau jalan ringan
4. Nikmati hujan sebagai momen santai, tanpa harus makan terus-menerus
5. Persiapkan makanan hangat rendah kalori agar tetap nyaman tapi tidak berlebih
Dengan memahami alasan lapar saat hujan dari sisi ilmiah, kita bisa mengatur pola makan lebih bijak. Hujan bukan lagi alasan untuk makan berlebihan. Melainkan momen untuk menikmati cuaca dengan cara yang lebih sehat dan menyenangkan.




