Single `work` bawa no na puncaki trending dan gaung internasional

Girl group asal Indonesia bentukan 88rising, no na. (ANTARA/PR-no na)
Girl group asal Indonesia bentukan 88rising, no na. (ANTARA/PR-no na)
no na, girl group asal Indonesia bentukan 88rising, kembali menjadi sorotan setelah single terbaru mereka berjudul “work” mencatat tren global dan ramai direka ulang di berbagai platform media sosial.
Lagu “work” membuka tahun 2026 dengan capaian kuat di berbagai platform musik digital. Dalam minggu pertama perilisannya, lagu tersebut meraih lebih dari 3,1 juta global streams, dengan tingkat skip global 5,9 persen dan lebih dari 101 ribu penyimpanan lagu oleh pendengar. “work” juga menempati posisi nomor satu Trending YouTube Music Indonesia serta peringkat pertama iTunes Indonesia. Data ini tercantum dalam keterangan resmi manajemen no na.
Selain itu, “work” masuk tangga lagu iTunes di sejumlah negara seperti Meksiko, Spanyol, Malaysia, Belgia, dan Inggris, serta mencatat pertumbuhan pendengar di Amerika Serikat. Lagu tersebut juga memuncaki Apple Music Playlist Indonesian Pop in Spatial.
Popularitas “work” ikut didorong oleh koreografi yang tegas dan repetitif sehingga mudah diikuti pengguna media sosial. Gerakan tarian lagu ini memicu ribuan video re-create di TikTok dan platform lain, dengan total penayangan mencapai puluhan juta kali. Fenomena ini membuat “work” menyebar sebagai konten partisipatif lintas negara.
Kesuksesan single terbaru itu juga berdampak pada katalog lagu no na sebelumnya. Sejumlah lagu seperti “Sizzle”, “shoot”, “the one”, “sad face :(”, dan “superstitious” kembali mencatat kenaikan jumlah pendengar setelah perilisan “work”.
no na merupakan girl group yang seluruh anggotanya berasal dari Indonesia dan disiapkan untuk pasar global oleh label 88rising. Grup ini beranggotakan Baila, Shaz, Christy, dan Esther yang membawa latar budaya berbeda dari berbagai daerah di Indonesia.
Secara musikal, no na menggabungkan unsur R&B dan pop dengan nuansa soulful dan orientasi performa tari. Sejak debut pada 2025, mereka merilis sejumlah single dan menjalin kolaborasi dengan berbagai merek global seperti Samsung, BAPE, dan Tiffany & Co. Identitas Indonesia menjadi basis konsep mereka, dengan target audiens internasional.




